Hikmah Uang Cash. GoJek Memanas, GrabBike kok adem ayem. Ada Apa?

1491407_861126720641701_8512360645310799790_o

Menarik sekali mencermati fenomena GoJek yang memanas terkait order fiktif dan perusahaan yang rugi banyak serta mengharuskan pengemudi GoJek dituntut oleh Gojek untuk membayar berjuta-juta.

Di lain pihak, GrabBike kok adem ayem. Seperti tidak mengalami order fiktif dan kerugian besar ya?

Bila saya cermati, yang salah dari jasa GoJek adalah memakai memakai pembayaran uang fiktif, atau yang disebut Gojek Kredit. Layanan jasa dari Gojek, bisa dibayar dengan dana fiktif tersebut. Walhasil ya bisa dimainkan dengan mudah oleh order fiktif.

Berbeda dengan GrabBike yang setiap transaksinya dibayar dengan uang cash. Dengan dibayar tunai, driver Grabbike tentu agak sulit jika ingin membuat order fiktif, karena membutuhkan modal duit cash.

Baca Juga:   Invasi Ukraina, Russia sedang pamer atau malah deklarasi sebagai adikuasa di Eropa

Jadi teringat seorang teman yang hobi backpacker (instagramnya: backpacker.id) dan sekarang jadi juragan hape di Kota Magetan. Kemana pun pergi, lebih memilih bawa uang cash. Selain lebih mudah ternyata juga lebih hemat katanya, karena selalu bisa mengontrol pemasukan dan pengeluaran.

Soal keamananya? sama-sama rentan kok.
Bilamana uang cash kita hilang, bisanya cuma pasrah dan sabar.
Tapi bilamana uang kita disimpan di Bank atau didefinitifkan dalam bentuk saldo, kemudian hilang … ya selain pasrah dan sabar, bisanya ngumpat sana-sini klo perlu main rampas, seperti kasus GoJek ini. ūüėČ

Artikel lainya:

Baca Juga:   Keunggulan Mobil Dengan Penggerak Roda Belakang Seperti Avanza

 

roda2blog di sosial media

11 Komentar

  1. Waaah betul ya, bisa jadi demikian. :mrgreen:
    Tapi di saat beginilah kecerdasan dan kemampuan memecahkan masalah para chief officer GoJek diuji. Mereka anak2 muda yang haus akan pengalaman baru. Semoga bisa mencari jalan keluar yang baik. ūüôā

Tinggalkan Balasan