Tips Biar Gak Kepalak Harga Di Saat Musim Liburan

image

Berikut ini adalah pengalaman saya selama jadi Backpakcer dan rider single fighter. Untuk menghindari aksi “palak” atau “ngentol” dari warung makan.

Biasanya warung makan dengan tipikal seperti itu, tidak menyediakan daftar menu yang dilengkapi dengan daftar harga.

1. Kita yang beli, kita yang tentukan harganya.
Tips yang ini, yang ngajarin adalah bapak saya. Misal jika mau beli bakso, langsung aja tentukan harganya.

“Mas beli bakso, 3000-an ya dia mangkok”, kata saya. :mrgreen:

Tapi saya juga pernah “kena batunya”. Pas di Terminal Umbulharjo Jogjakarta. Saat itu (tahun 1999) harga bakso kisaran 4000/mangkok.

Saya, ” pak beli Bakso 1000 ya”.
“Wah seribu dapat apa le?”, tanya tukang bakso.
” Manut pak, (terserah deh pak)” kata saya.

Eeee Busyett. Cuma dikasih kuahnya doang sama sawi dan bawang goreng. :mrgreen:
“Tega bener pak”, kata saya dalam hati.

2. Sebelum Bayar Tanya Nama Kepala Desanya dulu.
Nagh klo ini tips yg ini dapat dari teman. Sebelum bayar, atau pas sambil minum. Sok kenal sok dekat deh.

Baca Juga:   Menang di MotoGP, Suzuki Motor Mau Jualan Apa?

Lalu tanya nama kepala desanya.
” lho sudah ganti to kepala desanya, kalau yang lama itu masih saudara sama saya,” kata teman saya.

“Oo yang pak bambang itu to?” tanya si penjual.
“Iya bu”
Lalu teman saya ngobrol panjang lebar soal pak Bambang.

Pas mau bayar,
“Dibayar makanya aja dik. Minumnya gak usah. Pak Bambang itu sering kok makan di sini. Sudah saya anggap saudara”.

Untuk yang satu ini, saya belum pernah ngamalin.

3. Tanya dulu harganya.
Tips yang ini paling mudah dan transparan. Sambil memesan makanan, tanya dulu harganya tiap menunya.

4. Jika terlanjur dipalak.
Jangan ragu untuk dinego sambil memuji penjualnya. Pernah saya alami di terminal Cirebon di warung Nasi Lengko.

Nasi Lengko sama es teh, kena 20.000 (th.2002). Untung tadi cuma naruh 1 lembar 10.000an doang. Ini kebiasaan saya, uang yg didompet ya cuma 1-2 lembar uang 10.000an.

” Ibu yang cantik, saya mohon maaf bu. Makanan ibu tadi uenak, tapi ini uang saya tidak cukup untuk membayar. Adanya 10ribu aja”

Baca Juga:   Penyakit menyebalkan dari Android

“Lhoo lha masnya mau pulang ke mana to?”
“Saya lagi nunggu jemputan bu”, kata saya.
” Ya udah mas, bayar 5000aja. Yang 5000 buat ngojek sana”. :mrgreen:

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan