Lucu, Saat Demo Truk Pengangkut Pasir Ini Mencopoti Alat Penambah Beban Muatan

image
Saat demo, besi yang biasa dipasang untuk menambah muatan dari yang seharusnya, dicopot

Pagi ini Kota Ponorogo diserbu para sopir dan truk pengangkut pasir. Karena selama ini keberadaanya dikeluhkan oleh masyarakat dan dituding biang kerok kerusakan jalan. Para peserta demo meminta perlindungan dari Pemerintah eksekutif dan legislatif.

Tapi lucunya!. Saat demo, para kru truk pasir mencopoti besi bak penambah muatan. Yaitu besi disisi bak yang ditambahkan untuk menambah beban muatan, dari yang seharusnya hanya mampu menampung muatan 4ton bisa menjadi 6-7ton.

Sebenarnya, jika truk-truk pasir itu hanya bermuatan 4ton seperti rancangan awal dari pabrik. Saya yakin tak akan merusak jalan.

Di Ponorogo, jalan rayanya didominasi kelas III (tipe a/b/c) yang maksimal beban hanya 8ton (muatan + kendaraan). Lha selama ini, jalan raya di Ponorogo dihajar oleh truk pasir  bermuatan 6-7 ton, ditambah berat kosong truk, totalnya mencapai 8-9Ton. Gimana gak hancurr?!?!

Baca Juga:   Prediksi Life Cycle Demam Batu Akik

Belum lagi saat musim panen padi tiba. Truk-truk pengangkut padi diberi muatan sampai 8ton. Ancurr broo.

Mengutip pernyataan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo,
“Percuma jalan raya diperbaiki tiap tahun, kalau truk angkutan selalu melanggar beban maksimal.”

Sikap egois pemilik truk, pengusaha pasir dan konsumen pasir. Yang ingin “banyak” sekali angkut, biar cepat kaya. Merugikan pengguna jalan lain yang sama-sama membayar pajak dan ingin kenyamanan di jalan raya. 

Yukk ahh mari instrospeksi. Menggelar demo, menggalang jumlah, menarik simpati bukan berarti boleh melanggar/merusak fasilitas orang banyak demi kantong pribadi.

image
Beda truk yang sudah ditambahi bak tambahan untuk menambah bebam muatan dan yang belum. Yang ada garis merah adalah yang sudah.

Speskfikasi Jalan Raya:
image

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan