Modus Keliling Asia, Mampir ke Dealer-dealer Honda dan Kantor Cabang BRI Mencari Sumbangan

image

Di artikel yang lalu saya berbagi cerita tentang cerita keliling Indonesia pakek motor, ada Bro Mario Iroth yang didukung sponsor dan ada yang modal nekad karena patah hati seperti Bro Redy dengan Honda Beat merahnya. Khusus Bro Redy, dia keliling Indonesia murni dari biaya kantong sendiri dan solidaritas rekan-rekan klub. 😉

Nagh ada juga tipe ketiga mas bro. Ini ibarat kotak amal berjalan. Awal berangkat mungkin saja dia pakek uang modal pribadi. Lalu di tiap kota yang disinggahi dia akan membuka kotak amal, meminta sumbangan bahwa perjalananya masih bla bla bla … dan butuh bla bla bla yang pada akhirnya minta dana.

Baca Juga:   Marc Marquez dan Dani Pedrosa Blusukan ke Dealer Motor Honda

Dia mendatangi dieler-dieler motor yang sesuai dengan merek motornya. Menemui pimpinan atau pemilik yang intinya meminta sejumlah uang untuk membiayai perjalananya.

Gak cukup dealer motor sobb. Tapi juga pihak Bank yang nama Bank tersebut dipakai oleh dirinya sebagai livery motor. Lebih keren lagi, pakek Slogan “Keliling Asia”. Tapi kok belum pernah ada “riding report” bahwa yang bersangkutan sudah sampek negara mana?

Sebagai sesama biker dan traveller. Aksi macam ini (keliling Indonesia untuk meminta-minta dan) bisa mencoreng biker yang memang berniat bertekad keliling Indonesia dengan murni niat mengeksplorr Indahnya Nusantara. Lalu bisa timbul antipati dan stereotip? bahwa bikers keliling Indonesia pasti hanya untuk mengemis memperkaya diri, memalak diler-diler dan komunitas.

Baca Juga:   Dual Shock Pulsar 135 LS ... bikin shockk!

Jangan sampek broo.

Dan ini ada titipan kuis berhadiah dari Bos Syndicate Motor, Om Rial Hamzah. Jika ada pembaca yang bisa membuktikan bahwa Bro Junaedi ini memang keliling ASIA, sesuai yang diklaimnya. Maka berhak atas hadiah Handguard Carbon Cover … wuihh mantabb.

image

roda2blog di sosial media

14 Komentar

  1. pernah denger obrolan katanya beliau juga gak pernah salam sapa atau akrab dengan club motor lain…

    sekarang coba di nalar deh, usia beliau yang segitu, yang pasti udah kenyang dijalan, tapi sampai saat ini dijaman SOSMED, gak pernah ane denger berita beliau singgah di kota mana & sekedar mampir ke club motor/komunitas di kota tersebut..
    di setiap kota pasti ada forum yang mewadahi club2 motor, mampir kek ke sekertariatnya atau gimana..gak denger ane..
    ya kan?

  2. Atau mungkin saya yang tidak dengar tolong di klarifikasi kalau beliau saat ini tergabung di club/komunitas apa.. Dari vario sendiri mungkin??? … Atau acara tahunan Honda (Honda Bikers Day) bagaimana pertisipasinya beliau…? Dan yang paling penting acara keliling asia ini membawa MISI apa bersama bank BRI..?

  3. Yang saya tau dari impoh2, Pak Junaedy itu melakukan perjalanan bukan hanya sekali dan dengan kendaraan yang berbeda-beda, kalau gak salah pertama pakai Honda CS1, Honda Scoopy & Honda Vario dengan branding sponsor pun bukan hanya Honda dan BRI tetapi pernah juga menyantumkan logo Telkom Flexy, BNI, Bank Batara, RCTI, FIF, dll..
    Hebat Tenan, kapan ya bisa ketemu..

  4. Mohon maaf
    Sebelum nya saya berterima kasih atas artikel yang isi nya sedikit cerita tentang perjalanan saya dulu

    Di artikel ditulis kalo saya touring pake biaya pribadi,saya agak keberatan.. Sebab dulu perjalanan saya banyak dibantu dari pihak main dealer honda disetiap daerah yang saya singgahi
    Dan ada beberapa bantuan dari pemerintah daerah..
    Jadi mohon untuk diralat isi artikel nya ya brother, supaya tidak ada pihak uang merasa dirugikan / tidak dihargai

    Terima kasih 🙂

Tinggalkan Balasan