Gadis Ini Diselamatkan Polisi Lalu Lintas Dari Lokalisasi Guyangan Ngajuk

image

Lokalisasi Guyangan Nganjuk saat ini masih beroperasi. Sekarang menjadi lokalisasi terbesar di Jawa Timur. Karena di beberapa daerah seperti Surabaya, Madiun dan Ponorogo sudah menutup total lokalisasi. Dampaknya, praktek jual beli manusia seperti hewan terus berjalan di Guyangan Nganjuk. Heran, kok gak ada tindakan tegas dari Gubernur Jawa Timur yang bersikeras membersihkan Jatim dari lokalisasi.

Kisah berikut ini adalah seorang gadis yang melarikan diri Guyangan Nganjuk dan ditolong oleh aparat Polantas Ngawi.

Sebut saja namanya Bunga. Anak perempuan asal Klaten itu, mendatangi pos 90 Sat Lantas (depan terminal Kertonyono) dengan wajah kusam kelelahan. Tak dinyana, ternyata ia sedang melarikan diri dari sebuah lokalisasi di Guyangan-Nganjuk.

Panjang lebar ia bercerita kepada BRIGADIR Denis dan AIPDA Sugiyanto Alex Cakep yang menerimanya di Pos 90.

Mita berkisah bahwa, Ibu tirinya yang telah menjerumuskan ia ke lokalisasi. Sebelum berangkat dari Klaten, ibu tirinya beralasan akan mengajak Mita untuk bekerja. Namun ibu tirinya itu justru membawa Mita ke tempat lokalisasi untuk diperjualbelikan.
Tentu saja anak berumur 16 tahun ini tak mau terjerumus ke dalam dunia gelap.

Baca Juga:   Modifikasi Striping Honda CB150R Milanisti

Saat ada kesempatan dan tanpa sepengetahuan ibu tirinya, Mita melarikan diri dari lokalisasi. Sempat ia meminta bantuan kepada anggota Pos Lantas Nganjuk. Yang dengan rela hati Anggota Polisi Nganjuk membantu Mita dengan memberi ongkos naik bus sampai ke Klaten.

Namun, cerita pilu kembali terulang. Sampai di Ngawi Mita diturunkan paksa oleh awak Bis.

image

Karena merasa prihatin dengan anak berusia 16 tahun harus menerima cobaan seberat ini, BRIGADIR Denis dan AIPDA Alex Cakep (begitulah julukan operator 90 di jajaran 93 ini) membantu Mita dengan memberi ongkos naik Bis untuk sampai ke Klaten. Sebelumnya Mita juga diberikan makanan dan uang saku secukupnya agar ia mampu melanjutkan perjalanan menuju Klaten, tempat ayah kandungnya tinggal. Kemudian dengan berpesan kepada awak Bus agar memastikan Mita benar-benar sampai ke Klaten, Mita diantar sampai duduk di kursi Bis.

Baca Juga:   Tak Punya Lahan, 21 Warga NTT Pindah ke Timor Leste

Semoga selamat sampai tujuan Mita. Selamat berkumpul kembali dengan keluarga di Klaten dan jangan sampai kejadian pilu ini terulang kembali.

Terimakasih BTIGADIR Denis dan AIPDA Alex Cakep. Atas sikap loyalitasnya untuk melayani masyarakat dengan tidak memandang kalangan.
Semoga Allah melipatgandakan Rejeki dan Rahmat kepada keduanya. Dan jajaran Sat Lantas Polres Ngawi selalu diberi Keberkahan Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin

image

roda2blog di sosial media

6 Komentar

  1. Wah.. harusnya bantu proses sampai ke komnas perlindungan anak tuh.. masa polisi ngga paham, Itu korban trafficking, pelaku bisa dituntut pasal berlapis, korbannya juga harusnya mendapat perlindungan yang layak! Kalo sampai korban meninggal baru dah Komnas Perlindungan Anak koar-koar kayak kasusnya Angeline.. Payah og!
    Kalau ngasih ongkos pulang itu sifatnya sukarela pribadi/sumbangan pribadi, Orang awam selain polisi juga bisa kalo cuma gitu! Justru karena dia Polisi ya harusnya ditangani secara resmi sesuai tupoksi dong ah, pakai surat resmi, menghubungi minimal dinas sosial setempat, ditampung sementara di rumah sosial sampai dijemput Komnas Perlindungan Anak!
    Payah tenan og!

Tinggalkan Balasan