Test Ride Suzuki Satria 150 Injeksi, Bukan Lagi Ayam Jago Tapi Jagodzilla

test rider suzuki satria fu injeki
Siap test ride di area tikungan angka 8, Ongko Wolu Biting, Wonogiri, Jawa Tengah

Yup akhirnya punya kesempatan juga mengicipi motor jagoan milik Suzuki, Satria 150 Fi, Fuel Injection. Kali ini roda2blog minjem motornya mas Agus, admin motomazine.com. Lokasi pengetesan di daerah Biting, Wonogiri, Jawa Tengah.

Setelah ngobrol dan ngopi di kediaman Mas Agus di Badegan, Ponorogo. Kami langsung cuss ke daerah hutan Kucur, di wilayah Biting tapi yang masih daerah Ponorogo, Jawa Timur. Desa Biting sendiri memang ada dua, 1 masuk wilayah Jawa Timur dan satunya lagi masuk Jawa Tengah. Timur Tengah gitu lahh.

Lokasi test ride: Jalan raya Ponorogo – Wonigiri maknyuuss

Kami pilih lokasi ini, selain karena aspalnya mulus dan lebar serta sepi kendaraan juga karena bebas dari razia Polisi. Lha wong dapat pinjeman motornya juga kosongan jee … kena razia bisa tekorr bloggernya.

Secara fisik. Motor ini lebih gede dari Satria FU yang lama dan juga bila dibandingkan Sonic. Dimensinya gak terlalu imut. Mungkin karena ada tambahan kotak amal eh laci bagasi, sehingga kok … serasa naik Motorsport batangan.

image

Perasaan saat bawa motor ini .. baper dikitlaghh … walau singset sexy bodynya motor tetap antebb. Saat saya  geber 120KpJ tetap stabil sobb. Blas gak ada gejala bagian ekor melompat-lompat kebanting (embuh bahasa ilmiahe opo). Sangat stabill cusss mantab …  seperti berasa bawa Bajaj Pulsar 200. Bahkan dibawa cornering di tikungan angka 8 wonogiri, motor tetap nurut blass gak ada gejala ekor ngebuang.

Tenaga motor ini boleh dibilang sangat kuat. Kecepatan 120KPJ yang saya dapat itu masih ada sisa banyak puntiran gas. RPM nya aja baru sampe 9.000 padahal maksimalnya bisa tembus sampai 11.000.

Baca Juga:   Dibalik Moncernya Penjualan Honda Scoopy, Bukti Bahwa Yamaha sudah tak dilirik konsumen matik lagi

Saat mencoba saya pake mode “ingat umur” pada penyetelan lampu led notifikasi rpm, mode pelan gitu loo. Sehingga pas kecepatan sudah segitu dengan rpm 9.000an. Lampu led putih di speedo sudah nyala. Memperingatkan … woiii umurmu wis tuwekkkkk.

Lanjut ke mounting mesinn
Seperti dugaan saya, blok mesin dari Suzuki Satria Injeksi ini masih pakek yang karbu. Buktinya? lubang untuk saluran pendingin oli masih ada kok.

image
lubang saluran pendingin oli jadi janda, eh nganggur

Dugaan saya sih, sepertinya mesin dari Satria ini memang terpaksa menggunakan pendingan air radiator guna ngimbangin kinerja mesin yang sangat berat. Mesin 150cc Satria dipaksa kerja keras demi mengejar spek yang lebih tinggi dari kompetitor. Ibarat kata, spek mesin Satria adalah spek balap yang dipakai harian.

Waduhhh kira-kira kalau begitu itu, nanti gampang jebol gak tuh mesinya?. Pada bagian blok silindernya, Suzuki sudah memberi kekuatan double ekstra dengan material SCEM yang dua kali lebih kuat dari Diacyl milik Yamaha. Untuk keoptimalan pendinginan, Suzuki juga gak main-main. Radiator milik Satria Injeksi lebih besar dibandingkan motor 150cc milik Honda dan Yamaha.

image
Remotnya mantab

Fitur penting anti maling dan bagasi serbaguna.
Demi keamanan dari maling. Suzuki membekali satria Injeksi dengan remot pintar. Bukan sekedar remot panggil lhoo yaa. Saat dikunci via remot, motor tidak akan bisa dinyalakan, walaupun pakek kunci aslinya sekalipun.

Lalu ada bagasi mini di tengah. Bagasi ini bisa meningkat amal kebaikan bagi rider pengguna motor. Agar gemar beramal dan selalu sedia uang kecil, jika ketemu pengamen atau pengemis … hallahh nglantur.

Bagasi ini bisa sangat cocok untuk menyimpan benda apapun. Termasuk menaruh 2 bungkus sate ayam atau 4 bungkus mie ayam juga muat kok atau 1 botol minuman ukuran kecil juga masuk. Sedang bagi yang hobi turing adanya laci ini sangat bermanfaat dijadikan tempat peralatan penunjang navigasi.

Baca Juga:   Pakai Senjata Pindad, TNI pecundangi Australia dan US Army
Test top speed ssatria injeksi
120 KM/Jam dengan rpm masih tersisa

Sssttt jangan bilang siapa-siapa … sebenarnya saya sempat tembus 133KM/Jam di jalur Sumoroto-Badegan. Tapi ya karena saat itu kamera Japro belum dipasang di helm, maka yaa tidak berani saya klaim :mrgreen: Screenshoot berikut ini, tembus 129KM/Jam dengan rider mas Agus Motomazine.com
Dan jujur, saya sampai lupa kalau Suzuki Satria masih punya gigi ke-6.

motomazine top speed

Kesimpulan:
Jujur saya mumet, Suzuki Spin saya baru saja laku. Apa hubungane ya 🙄
IMHO … In My Humble Opinion, Opini saya.
Motor ini sangat cocok untuk karakter saya, yang suka turing ke puncak-puncak bukit, pelosok alam, desa-desa terpencil tapi kadang juga suka agak ngebut klo ketemu jalan halus mulus. Yaa maklumlah naluri lelaki. Ketemu aspal yang halus mulus lebar itu ibarat ketemu paha syahrini yang lagi terpampang rok mini terus disuruh nggarukin  … siapa yang nolak coba. :mrgreen: ilustrasi aja soob.

Suzuki Satria ini enak banget. Andai sekarang saya lagi ada niat untuk beli motor 150cc baik batangan maupun ayam jago. Saya akan milih Suzuki Satria Injeksi ini. Dibanding motor 150cc lainya, motor ini kok yang menurut saya paling masuk akal perbandingan harga, rasa, performa dan kualitas materialnya.

Soal informasi harganya, di kisaran harga 21juta sampai 23juta. Yupp semoga bermanfaat yaa. Satria injeksi, bukan lagi ayam jago biasa, ini Jagodzilla … ayam jago dengan power terbesar di kelas 150cc

test ridernya
kompisisi tes ridemya, Kaos Honda, Helm Yamaha, Motor Suzuki

[display-posts tag=suzuki]

29 Komentar

  1. Cepetan buru-buru beli deh edisi awal satria fu Fi. Biasanya edisi motor seri awal suka lebih bagus dibanding seri setahun dua tahun kemudian. CMIW…

Tinggalkan Balasan