Yang Turun Di IRS Masih Honda CBR Lawas, Wajar jika kalah

kejurnas irs 2016
Foto: ototrend.com

Ajang balap Kejurnas Indospeed Race Series (IRS) 2016 seri 1 kelas sport 150cc yang digelar di Sentul International Circuit (SIC) akhir pekan kemarin berlangsung hambar tak seru. Even yang seharusnya menjadi pertarungan bedarah- darah antara Yamaha dan Honda. Hasilnya malah mengejutkan, para rider Yamaha memborong podium sedangkan rider Honda harus puas finish di urutan ke-13.

Syahrul Amin pembalap Yamaha Bahtera Racing keluar sebagai jawaranya, disusul Irwan Ardiansyah (Yamaha Yamalube Nissin) di podium kedua dan Fitriansyah Kete (Yamaha Khevalindo Waloja) di podium ketiga. Tentu ketiga pria itu membesut Yamaha R15 yang mesinnya masih SOHC 4-klep melibas motor-motor pabrikan Honda yang memakai spesifikasi DOHC yang katanya ber-DNA motoGP.

Malah sebelum lomba, para pemakai motor Yamaha sudah besar kepala dengan tak terlalu memperhitungkan tim lawan yang mengandalkan Honda CBR150R alias tak digubris! Justru yang lebih mereka perhitungkan adalah para rider Yamaha itu sendiri yang mendominasi sejak babak QTT kemarin.

“Yang saya waspadai hanya rider Yamaha, yang lain jauh”, sembur Fitriansyah Kete.

Baca Juga:   Salah si Keledai ?

Satu-satunya pembalap Honda yang finish cukup baik adalah, Sudarmono pembalap Astra Honda Motor Racing Team tapi di posisi 13 bro, pada ronde pembuka Indospeed Race Series 2016 ini.

Maklum masih pakai Honda CBR150 versi lama
R2B sendiri memaklumi kekalahan pasukan Honda di IRS ini. Karena mereka masih memakai Honda CBR150 yang versi lama dengan kontruksi Overbore. Sebagaimana yang diketahui, mesin Overbore CBR150 memang sangat lemot saat tarikan. Ibaratnya, R15 sudah berlari 100 meter, si CBR overbore baru 50 meter.

Harapanya bagi Honda sih, ya all new CBR150r dengan mesin Overstroke. Tapi melihat keperkasaan MX-King atas Honda Sonic yang juga overstroke. Ya kayaknya sih agak susah juga menandingi mesin SOHCnya Yamaha. Tapi ya siapa tahu nanti akan lebih bisa mengimbangi …

Saya sendiri juga belum mencoba Honda CBR terbaru, yang katanya lebih mantapp daripada DOHC-DOHC Honda lainya. Baru nanti awal bulan depan di Purwokerto ada kesempatan nyicipi motor ini. Ya semoga bisa sebebas saat ngetest Suzuki Satria Injeksi. Tapi masih agak trauma dengan kejadian kenalpot copot saat Honda Biker Day di Pacitan kemarin. :mrgreen:

Baca Juga:   Subsidi Tiket Kereta Api Ekonomi Akan Dicabut, Per 1 Januari Naik 100%

Test top speed ssatria injeksi

roda2blog di sosial media

16 Komentar

  1. Yang baru malah napas pendek-pendek, Om. Di kitiran tinggi pun gak kuat nafas panjang. Liat aja kasus Sonic yang dioprek malah pada DNF. DOHC AHM bukan DOHC buat balap…. tapi buat Game-X (baca : gimmick). Butuh waklu lama buat riset lagi. Dan saat riset selesai ….AHM brojolin lagi mesin baru DOHC-nya. Pusing kan ?!

  2. kemaren fbh nya n blog yang laen bilang klo pake yang CBR yang baru harus riset dari awal, ini bilang wajar kalah karena pake yang lama…jadi intinya apa nih?

    mau CBR150 lama atau CBR150 baru tetep lemot gitu ya?

  3. jadi bloger kok salah mulu. ketauan goblognya. makanya kalo liat info yg akurat. jgn maen bacot aja mentang2 sensi ma merk sebelah. yg netral aja blog. lu jg g dbyr

Tinggalkan Balasan