Sejarah G30S PKI, Versi Logawa

Masih nglanjutin oleh-oleh dari jalan-jalan ke Purwokerto kemarin sob. Pulangnya saya memilih naik kereta Logawa dari Stasiun Purwokerto. Stasiun paling indah yang pernah saya jumpai. Di dalam kereta selama perjalanan saya mendapat cerita tentang, Sejarah G30S PKI. Sebuah oleh-oleh yang luar biasa mantabb.

Karena beli tiketnya mendadak, saya dapat tempat duduk acak. Gerbong 5 nomer 24c dekat dengan pintu. Dari Purwokerto sampai Kebumen saya hanya sendirian di sudut gerbong. 2 kursi di depan dan samping masih kosong. Pulas banget deh tidurnya. Apalagi semalam gak bisa tidur karena  Liverpool ditahan imbang Tottenham Hotspurs.

Kereta berhenti di Kebumen, saya terbangun karena ada suara berisik dua orang porter yang sibuk menata barang. Totalnya ada 14 kardus dan 2 tas besar.
“Maaf ya nak, simbah bawa barangnya banyak”, sapa seorang nenek tua dengan ramah.
” Enggak apa-apa, monggo”, jawabku sambil membantu menata kardus.

Pasangan suami istri, ditemani oleh seorang anak dan menantu yang duduknya terpisah karena beli tiketnya mendadak, sama seperti aku dong. Setelah saling mengenalkan diri, dua pasangan romantis ini sudah berusia 80 tahun, dan sudah menikah hidup bersama sudah lebih dari 50 tahun.

Setelah mengetahui saya dari Madiun. Sang kakek mulai bercerita tentang PKI. Hati saya bersorak!!! yess!!! dapat harta karun nih.

Walau diganggu lalu lalang orang yang keluar masuk gerbong. Ini resiko duduk di dekat pintu gerbong. Memaksa Sasaya harus berkonsentrasi penuh mendengar cerita beliau. Walau sudah berusia 80tahun lebih. Kesehatan beliau masih prima, suara jernih dan tak perlu kacamata.

narasumber Sejarah G30S PKI versi logawa
Maaf saya sensor wajah beliau yaa 😉

Pemberontakan PKI Madiun 1949
Saat pemberontakan terjadi, beliau sedang meniti karir sebagai wedono di Madiun. Keadaan sangat kacau, para pejabat pemerintahan diculik satu per satu untuk dihabisi. Beliau berhasil menyelamatkan diri dengan berjalan kaki dan berlari ke arah Jogjakarta lalu Kebumen. Hanya pakaian yang melekat di badan dan tanpa alas kaki. 7 hari 6 malam.

PKI pada masa itu memang memiliki laskar angkatan bersenjata yang juga turut berjuang melawan Belanda. Entah apa sebabnya, tiba-tiba balik memberontak dengan membunuhi pejabat pemerintahan dan laskar-laskar lain, terutama Laskar Hizbullah dan NU.

Setelah PKI mereda, beliau kembali Madiun melanjutkan karir di pemerintahan lalu dipindah tugas di Surabaya.

Tentang, Sejarah G30S PKI, tahun 1965.
Cerita beliau ini saya awali dengan pertanyaan,
“Bagaimana rasanya di zaman Bung Karno? Apakah benar pada masa itu rakyat kelaparan, krisis dan susah mencari pangan? seperti yang digambarkan di film G30S PKI”

Beliau tersenyum. Lalu bercerita. Krisis waktu itu adalah ulah PKI. Pada zaman Bung Karno rakyat hidup aman makmur tentrem. Pangan murah cari kerja juga mudah. Rakyat hidupnya terjamin walau keadaan belum sesejahtera sekarang.

PKI waktu itu adalah partai terbesar di Indonesia. Diimbangi oleh PNI dan Partai Masyumi. Tapi soal militansi anggotanya, PKI tiada banding. Gerakan Organisasi-organisasi di bawah PKI juga aktif.

Baca Juga:   Mobil Kecil 25 Juta Adalah Hoax! Awas Tertipu Minta Transfer Dulu

PKI dengan kekuatan massanya. Mengadakan mogok kerja secara besar-besaran. Antara tahun 1960-1965, negara seperti tidak berdaya menghadapi aksi sepak terjang organisasi di bawah PKI.

Banyak pabrik yang akhirnya tutup bangkrut karena buruhnya sering demonstrasi dan mogok kerja. Perjalanan kereta api lumpuh, karena relnya disabotase simpatisan PKI. Demikian juga transportasi laut, kapal-kapal tak bisa berangkat berlayar.

Sabotase sistem transportasi ini melumpuhkan putaran ekonomi nasional. Distribusi komoditas macet. Pedagang beras gak bisa jualan karena kiriman beras macet. Begitu juga dengan komoditas pangan lainya.

Yang di desa juga tak bisa menjual hasil panen, bahkan banyak hasil panen yang dirampas oleh PKI dengan alasan modal revolusi. Buruh-buruh Tani juga dilarang kerja, karena PKI menuntut reformasi agraria agar hak kepemilikan atas tanah dicabut.

“Pokoknya situasi negara saat itu sangat kacau karena aksi PKI. Ekonomi lumpuh karena aksi mogok massal dan sabotase simpatisan PKI di semua sektor,” terang beliau tentang situasi kondisi sebelum meletusnya, Sejarah G30S PKI.

Tak ada yang berani melawan PKI. Partai Masyumi dan PNI, dua partai besar lainya, tak mampu menandingi jumlah massa dan militansi anggota PKI. Satu-satunya harapan rakyat untuk menghadapi PKI adalah tentara.

Presiden Soekarno sendiri menganggap polemik dan konflik ini adalah bagian dari proses pembelajaran Demokrasi. Intervensi presiden, justru akan merusak tatanan negara Demokrasi yang diamanatkan oleh UUD 45 dan cita-cita Indonesia merdeka ber-demokrasi. Bung Karno ingin Indonesia bisa mencapai demokrasi bernegara dengan ideologi khas Nusantara tak perlu menjiplak Amerika atau Sovyet dan bebas dari pengaruh keduanya.

Di lapisan masyarakat bawah, mulai dari desa sampai tingkat Provinsi, semuanya sudah sukses diambil alih PKI. Tinggal kekuatan pusat Ibukota yang belum. Mereka tinggal selangkah lagi menguasai tampuk kepemimpinan. Bung Karno sudah beberapa kali memberi isyarat bahwa penggantinya adalah DN. Aidit, Ketua Umum PKI.

Tahun 1960, para pucuk pimpinan Organisasi PKI ditangkap oleh aparat militer TNI. Tapi kemudian dibebaskan atas perintah Bung Karno. Lalu Njoto dan Aidit malah diangkat jadi Menteri Penasihat Presiden sehingga kebal dari ancaman militer.

Tahun 1963, Indonesia mulai berperang dengan Malaysia saat itu yang berperang menyerang Malaysia adalah milisi PKI. Baru pada tahun 1965 TNI turun tangan ikut berperang. Waktu itu pasukan TNI yang berjumlah 5000 sukses merebut pangkalan laut Utama milik Malaysia. Setelah militer berkuasa, mereka tak mau lagi berperang dengan Malaysia, karena itu hasutan PKI.

“Sampai sekarang, hanya PKI organisasi sipil yang bisa menjadikan  TNI sebagai alat perang”, kata beliau. Karenanya harga diri TNI sangat diinjak-injak semasa PKI menjadi anak emas Soekarno.

Baca Juga:   AHM siap Luncurkan CB Trigger?

Aksi penculikan para jenderal pada malam 30 September 1965, atau yang biasa disebut. Sejarah G30S PKI. Adalah puncak kekesalan PKI pada TNI yang memang selalu berupaya menghalangi PKI menguasai Indonesia. Dewan Jenderal memang benar adanya. Para Jenderal-Jenderal TNI (dulu ABRI) memang telah sepakat dan merancang rencana untuk mengkudeta Bung Karno demi stabilitas nasional.

PKI mengendus usaha ini dan segera mengeksekusi para Jenderal yang diduga anggota Dewan Jenderal, tanpa ampun!. PKI yang juga memiliki loyalis dari kalangan militer, berharap agar aksinya ini mendapat dukungan dari Bung Karno.

Para jenderal yang tersisa lebih pintar dalam menyusun siasat menghadapi aksi PKI.  Bung Karno sudah tak mendapat respek dari kalangan militer walau kedudukanya adalah penglima tertinggi dalam struktur TNI. Sehingga tak mampu meredam gelombang aksi balas dendam TNI yang didukung oleh partai-partai pesaing PKI.

Bung Karno dipaksa untuk menerbitkan Supersemar, itu adalah surat pengunduran diri secara halus. Jika menolak Bung Karno akan dikudeta oleh militer, diturunkan paksa lalu dituduh sebagai pengkhianat revolusi karena memerintahkan pembunuhan para jenderal.

“Pokoknya setiap anggota PKI dibunuh, walau cuma sekedar simpatisan. Bahkan orang yang bukan PKI pun juga dibunuh, karena ada orang yang tidak suka padanya lalu dia lapor ke TNI bahwa si A pernah ikut orasi PKI, walau tanpa bukti karena ada laporan dia PKI, ya dibunuh”, kata beliau.

” Apakah rakyat zaman itu juga ikut membantai PKI?”, tanya saya tentang kabar pembantaian dalam, sejarah G30S PKI.

“Awalnya ya rakyat ini bingung. Ada apa ini, lagi susah sandang pangan kok geger. Lalu oleh tentara diberi tahu, bahwa PKI sudah memberontak pada negara, membunuh para Jenderal. Lalu ditakut-takuti, jika PKI berkuasa kalian nanti makan apa?.
Sekarang saja semua susah. Panen gagal karena PKI. Harga-harga menjadi mahal karena PKI. Semua alat transportasi disabotase oleh PKI. Tanah, uang, hewan ternak, padi dirampas sesuka hati oleh anggota PKI yang arogan.
Jika PKI berkuasa, kalian mau jadi apa?, sekarang pilih TNI atau PKI?” terang beliau.

Seruu sekali dialog kami ini. Tapi perutku sudah berontak lapar. Istri beliau tertidur di pundaknya. Aduhh romantis sekali pasangan ini. Beliau sendiri kelihatanya sudah lelah. Kereta berhenti di Stasiun Lempuyangan. Saya undur diri guna membeli nasi Gudeg buat sarapan pagi.

Menurut saya, kok ya sangat wajar bila kalangan tua yang perna merasakan hidup di zaman PKI. cukup antipati dengan kebangkitan PKI. Mungkin benar wasiat dari Bung Karno,
“jangan sekali-kali melupakan sejarah”
termasuk sejarah Sejarah G30S PKI yang pernah melumpuhkan Indonesia ke dalam krisis.

roda2blog di sosial media

9 Komentar

  1. ooo gitu ceritanya, mengerikan, tapi anak muda skrg malah berani pakai atribut PKI, dgn alasan tidak tahu ckckckck… siip mantap nih artikelnya serasa baca novel hehe… lanjutkan lagi ya

  2. artinya ada 2versi mana yg benar tiap versi py cerita sendiri (pro/kontra)… tanpa bs dibuktikan. br tau saya politik.itu kotor jg kejam… sampe kpn politik begini berahkir ? yg lalu biar berlalu bt sejarah masa kelam sj. yg pntg tatap masa depan membangun INDONESIA NKRI lebih baik. hidup 4pilar merdeka !

Tinggalkan Balasan