Leicester City Resmi Juara Liga Inggris 2016

Leicester City
Pemain Leicester City merayakan gol

a fairy tale, kisah dongeng yang menjadi nyata. Leicester City, akhirnya resmi jadi jawara liga Inggris. Setelah Tottenham Spurs ditahan imbang 2-2 oleh Chelsea dalam Derby London yang super panas. Bahkan setelah pertandingan sempat ada keributan di lorong masuk antar pemain.

Jujur saya bukan fans Leicester juga gak akan menjadi fans mereka. Tapi kisah mereka terlalu indah untuk dilewatkan.

Kisah juaranya Leicester City /LC jelas berbeda dengan Blackburn Rovers di musim 1995 atau  Manchester City musim 2012. Kedua tim tersebut menjadi juara setelah menggelontorkan uang milyaran dolar untuk membeli pemain bintang. Tapi Leicester City tidak.

Pemain mereka musim ini 90% adalah para pemain musim sebelumnya yang berjuang lolos dari jurang degradasi. Tak ada satu pun pemain bintang yang didatangkan. Pihak manajemen hanya mendatangkan pelatih senior, Claudio Ranieri.

Baca Juga:   Langgar Marka Ganda, Honda Revo Ringsek dilindas Truk, Pengendara Selamat

image

Dari strategi Ranieri. Para pemain yang musim sebelumnya berkutat di papan bawah, dirubahnya menjadi tim yang bersaing di papan atas. Catat! dengan komposisi pemain yang sama.

Tapi kan Leicester juara karena tim lain sedang tidak konsisten?.
Ya itu salah mereka sendiri.
MU-Luis Van Gaal bermain bola dengan cara rumit. Bola seakan akan berbentuk kota dan gawang menghadap ke belakang.
Arsenal- Arsene Wenger sudah pikun, sudah lupa bagaimana cara menjuarai liga.
Manchester City – Pellegrini, sebenarnya sangat bisa mengganggu tapi manejemenya vekok. Tim yg kondusif malah diganggu kepastian pemecatan pelatih padahal mereka sedang posisi runner up memburu puncak.
Chelsea membuktikan bahwa Mourinho memang pelatih yang tidak bisa membangun tim dari nol. Dia membuang pemain yang diorbitkan Di Matteo, mencoba membangun sendiri timnya.

Leicester dibawa Ranieri bermain ala tim-tim Italia di tahun 1990an, direct football. Sederhana dan simpel tanpa tetek bengek pilosopi. Dapat bola, ya langsung serang!!!.

Baca Juga:   Astra Motor Yogyakarta Merilis Resmi Honda Rebel 500

Gak usah ribet maju mundur cantik ala Van Gagal.
Atau umpan kanan-kiri lalu pemain lupa dimana gawang lawan, ala Wenger.
Atau parkir bus setelah unggul ala Mourinho, tapi klub-klub lawan sudah punya taktik juru parkir. Walhasil busnya bisa dikolong.

Leicester menjadi juara dengan cara Ksatria. Apakah ini hanya karena keberuntungan? Yup bisa jadi. Karena  orang beruntung adalah yang berjuang tanpa lelah saat ada kesempatan terbuka lebar.

Selamat untuk Leicester.
Dan terima kasih Claudio Ranieri, karena sudah mencetak Batistuta lagi dalam sosok Jamie Vardy. Tipikal striker classic tanpa banyak gojekan tapi haus gol.

image

roda2blog di sosial media

4 Komentar

  1. ngoahahahaha akhirnya lahir juara baru.. aku memantau seko livescore mau esuk, menit 82 tottenham isih unggul 2-1.. tinggal browsing liyane.. menit 88 nileki meneh wis 2-2.. bungah.. :mrgreen:

  2. selamat Leicester FC… perjuangannya luar biasa tanpa pemain bintang

    siap2 musim depan keok kalo pemain2nya dibeli oleh tim2 lain, smoga manajemen Leicester FC tidak mata duitan

Tinggalkan Balasan