Alasan Yamaha Tidak Bikin Program Mudik Bareng 2016 Enggak Masuk Akal

Muudik bareng Yamaha dari Graha Pena Foto: Abdul Munir/Radar Surabaya

Selama ini Yamaha selalu bikin acara mudik bareng. Tapi tahun ini Yamaha gak bikin. Alasan Yamaha tidak bikin program Mudik Bareng 2016 enggak masuk akal.

Seperti dilansir kompas.com, katanya sih karena peminat dari acara mudik bareng Yamaha peminatnya turun. ”Kami evaluasi, efektivitasnya agak kurang. Peserta atau peminatnya juga turun. Mungkin karena banyak perusahaan lain yang mengadakan mudik bareng,” kata Masykur, Asisten GM Pemasaran YIMM.

Ketika disinggung apa korelasi peminat turun dan ditiadakannya mudik bareng dengan penjualan yang terus menurun, Masykur juga tak menampik. ”(Penjualan yang turun) itu juga menjadi salah satu penyebabnya. Kami masih bisa mengalokasikan dana untuk keperluan yang lain,” ucap Masykur.

Dengan alasan berat diongkos, program mudik bareng ini dihapuskan. Menurut kompas, untuk menggeber acara ini, tak sedikit dana yang dibutuhkan. Tahun lalu saja, YIMM memberangkatkan 1.250 pemudik, di mana masing-masing peserta cukup membayar Rp 50.000.

Jelas ini gak masuk akal bagi R2B, harusnya program macam ini gak diukur naik turunya penjualan motor saja. Tapi diukur juga dong loyalitas pengguna motor Yamaha, berapa duit dari jumlah spare part yang mereka beli, berapa duit dari Oli asli Yamaha yang mereka beli juga.

Klo kata teori Hermawan Kertajaya, keluarin uang ratusan juta untuk bayar promosi “up the line” aja sanggup!, contoh promosi “up the line” seperti iklan TV, iklan media cetak, media online, kontrak brand ambassador dll
Mossok sih biayain kegiatan promosi bellow the line gak sanggup?, promosi bellow the line adalah kegiatan promosi yang langsung dirasakan konsumen atau calon konsumen.

Mereka kan pelanggan setia Yamaha. Masak sih kalah sama warung kelontong, yang meski tiap hari dihutangi para pelangganya, di hari lebaran warung-warung itu tetap ngasih bingkisan ke pelangganya walau kadang masih punya hutang. :mrgreen:

Baca Juga:   Warna Baru Honda Sonic 150R Tampil Makin Agresif

Acara mudik gratis adalah bentuk kepedulian pabrikan untuk kenyaman dan keamanan konsumen atas loyalitas menggunakan produknya. Lagi pula gak semua konsumen Yamaha itu tukang turing, emang enak klo mudik kayak gini? kan enggak

Dite Surendra/Radar Semarang...Arus Mudik:Ratusan pemudik dengan mengendarai motor  yang dimodifikasi cantelan tas belakang dengan  plat Jakarta mulai memasuki Semarang di Jl Raya Ngaliyan H-6 menjelang Lebaran.
Kan enak banget to mudik kayak gini?                                     foto: Dite Surendra/Radar Semarang  

 

Yaa setidaknya Yamaha Jakarta harus malu dengan Yamaha Surabaya.

Di Jawa Timur, main dealer Yamaha wilayah Surabaya tetap mengadakan acara mudik gratis. Malah armada busnya ditambah, todal ada 50 bus yang disediakan dengan kapasitas hingga 2.750 kursi bagi masyarakat yang menginginkan mudik yang aman, nyaman, dan gratis. Mudik ini akan diberangkatkan langsung oleh Gubernur Jatim Soekarwo dan jajaran Yamaha pada tanggal 2 Juli 2016 dari Graha Pena Surabaya.

Baca Juga:   Penyakit di Servis Rutin Resmi : Bongkar Karbu!

Dan ada tambahan rute baru kota-kota lain di Jawa Timur yaitu: Banyuwangi, Jember, Blitar, Trenggalek, Madiun, Ponorogo, Bojonegoro, Magetan dan Ngawi. Total ada 50 bis yang disediakan dan berangkat tanggal 2 juli dari Graha Pena Surabaya.

Yaa begitulah anomali yang terjadi di pabrikan motor Yamaha. Saat Yamaha pusat mulai pelit anggaran promosi bagi konsumen loyalnya dengan alasan penjualan turun.

Yamaha Jawa Timur tetap memberikan layanan ekstra pada konsumen Yamaha. Padahal, FYI, Penjualan Yamaha di Jawa Timur sesak napas, lha wong 80% market share dikuasai Honda.

roda2blog di sosial media

3 Komentar

  1. Tanda bahwa YIMM udah kaga bidik segmen entry level, bergeser secara perlahan ke segmen medium – high. Promo mudik bareng hanya berpengaruh ke segmen entry level, makanya kaga ada sepeserpun dana yg dialokasikan utk promo mudik bareng. Kira2 begitu mungkin pemikirannya, siapa tau……hehehe…

Tinggalkan Balasan