Balon Udara Asal Ponorogo Hampir Membakar Rumah Di Malang

Polemik soal tradisi balon udara di Ponorogo kembali mencuat. Balon udara asal Ponorogo dilaporkan mendarat di daerah Malang dan membakar rumah saat mendarat.

Menerbangkan balon adalah salah satu tradisi bagi masyarakat Ponorogo. Tapi karena ukuran balon yang makin besar dari tahun ke tahun, mengundang keprihatinan banyak pihak terutama PLN dan Kementrian Perhubungan terkait dengan keselamatan pernebangan udara.

PLN wilayah Ponorogo adalah yang paling disibukkan di musim balon udara, apabila balon menyangkut di saluran utama tegangan listrik yang bisa memicu ledakan dan kerusakan jaringan. Lebaran tahun ini, sebuah balon dilaporkan mendarat dan tersangkut kabel listrik di wilayah kota Ponorogo.

image

Selain ukuran, bahaya lainya adalah mercon yang digantungkan di bawah balon dan dinyalakan saat balon mulai terbang. Yang terbaru, dilaporkan atap genteng rumah seorang warga hancur berantakan tertimpa balon yang gagal terbang dan ledakan rentengan mercon di bawahnya. Beuntung, para pemuda yang menerbangkan balon mau bertanggung jawab. Link video di bawah ini.

Tragedi balon ngarep omah gagal iber. Mercon baru muni sak'itik malah balone bengkah nyeblok'i omah. Ahire pak siman lan bu marini tangisan mergo omahe tanpa diduga di brondong mercon scara brutal. Pemudane nunda silaturahmi mergo gotong royong ndandani talang lan gendeng sing morat marit sing di brondong mercon 4 renteng. Duh bodho2 sido ngreyen talang kro gendeng jeeeeerrring men

Posted by N E Julianto on Thursday, July 7, 2016

Berikut suara netizen asal Malang soal Balon Udara asal Ponorogo yang mendarat di Malang dan hampir membakar habis rumahnya.

Baca Juga:   Jadilah Pembeli Online yang CERDAS - LAZADA.co.id | PIRAMID ONLINE SHOP

image

image

Mungkin aparat pemerintah dan yang berkepentingan bisa mempertimbangkan lagi soal Balon udara. Bagaimana biar caranya agar tetap berjalan tapi tidak membahayakan. Mungkin diberi tali/benang seperti menerbangkan layangan dengan diberi lampu yang meriah … pasti bakal bagus banget klo dilihat saat malam hari, seperti saat musim layang-layang.

Buat para dulur yang hobi menerbangkan balon tulung jangan gede-gede yaa. Nanti klo nabrak jet F16 kan bahaya hehehe.

roda2blog di sosial media

11 Komentar

  1. Dari tahun ke tahun smakin besar ukuran nya,
    sayang kalau tradisi ini di larang.
    Mngki Harus ada aturan2 tertentu agar tetap aman tanpa harus menghilangkan tradisi. Misalkan ukuran dll

    • lah kalo rumahe sampean yg HAMPIR kena bakar, apa gak was was?
      sudut pandangnya di samakan dulu mas, biar ga terjadi konflik hanya karena sikapnya mas,e yg sok.

  2. Beda tmpt beda tradisi. Bagi kami org ponorogo balon udara udh membekas sjak nenek moyang. Dimana stiap hal buruk menimpa kami siap dgn resikonya/ mempertanggung jawabkan. Banyak tradisi2 di indonesia dgn sgala resiko bahayanya.tp bagi mereka yg menjalankanya itu adalah hal dimana membuat mereka saling menghormati satu sm lain.biarpun balon itu jatuh dirumah saya,,, ttap saja itu hanya sbuah tradisi. Dmana setiap ksalahan bs dimaklumi…. Itu ciri khas org ponorogo.

  3. Waw…..apinya kok belum mati ya….. Padahal ponorogo malang itu jauhh…… N selalunya bila balon itu turun apinya udah tidak menyala……. Kalau jatuhnya dekat masuk akal…… Misalnya gagal terbang tinggi….n balonya pecah atau terbakar…..

    • Gak juga mas, balon bisa turun meski api masih menyala, klo gak percaya tanya aja petugas perhutani yang sering kebakaran gara-gara balon. Saat sudah mendarat balon akan segera terbakar karena gas sisa gas panas di dalam balon ditambah meterial platik dan kertas bisa langsung terjadi kebakaran hhebat

  4. Yang namanya tradisi gak akan pernah hilang walaupun mngkin ada kendala Apapun ..lgian moment lebaran hanya setahun sekali.. Makin lama makin tmbah gede.. Juga dibanyakin merconya biyar meriah…

Tinggalkan Balasan