Bantahan Resmi Yamaha Soal Tuduhan Kartel dari KPPU

Tuduhan KPPU berdasarkan pada beberapa hal. Dua di antaranya adalah soal email yang diklaim berisi perjanjian pengaturan harga antara dua perusahaan, serta pertemuan eksekutif dua perusahaan saat bermain golf yang juga membahas hal yang sama.Nah tuduhan ini disanggah langsung oleh Eksekutif Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Dyonisius Beti, dalam Sidang ke-2 yang digelar di Gedung KPPU RI, Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Untuk yang pertama, Dyon mengatakan bahwa email tidak bisa dijadikan bukti. “Itu karena email bukan produk yang sah perusahaan untuk memutuskan kebijakan. Faktanya pesan ini juga tak pernah disampaikan ke Honda,” ujarnya.

Sementara soal pertemuan di lapangan golf, Dyon menganggap itu hal yang wajar. “Lagipula, di Yamaha penentuan harga bukan wewenang Kojima (Presdir YIMM hingga 2015, yang dituduh menentukan harga saat bermain golf), tapi sudah didelegasikan ke Eksekutif Vice president selaku pemimpin tertinggi lokal,” ujar Dyon.

Baca Juga:   Honda Mobilio 2017, Tampilan Berubah, Harga Naik Tapi Fitur Ada Yang Berkurang

Selain dua argumen di muka, Dyon juga membeberkan beberapa sanggahan lain, termasuk soal banyaknya pemain baru, perang harga dan investasi antara keduanya, hambatan natural yang membuat pabrikan lain sulit menyaingi.

“Disebutkan kalau peningkatan keuntungan operasional Yamaha pada 2014 itu 47,4 persen. Padahal dari 2013 ke 2014 itu keuntungan kami hanya 7,4 persen. Anak kecil saja bisa menghitungnya pakai kalkulator,” tutur Dyon dengan nada meninggi.

Nagh makin menarik aja mengikuti sidang kartel ini. Apakah Honda-Yamaha akan bisa lolos dari jeratan KPPU dan harga motor akan turun? kita tunggu saja babak selanjutnya.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan