Mobil Desa Unnes Bermesin Viar Dibandrol 70Juta

​Sejak 2012, Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjalin kerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemperin) merancang mobil pedesaan. Mobil jenis ini dinilai perlu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa yang jumlahnya mayoritas di Indonesia.

Bermesin 970cc 4 silinder injeksi, dengan transmisi 5 speed plus transfer case. Mobil ini juga dilengkapi gardan ganda atau berpenggerak 4×4.

Tampak balutan ban kembang kasar pada keempat roda, Achilles Desert Hawk 27×8.50-15 pada pelek ukuran R15. Bila diintip ke kolongnya, ada bongkahan gardan di depan. 

Untuk sistem suspensinya bukan lagi perdaun. Gardan depan belakang ditopang kombinasi per spiral, sokbreker dan batang arm. 
Unit ini sudah melewati sejumlah tahap. Seperti purwarupa (prototype), uji emisi euro 2, bahkan sudah uji coba jalan atau endurance sejauh 100.000 km.

Baca Juga:   Jadwal Honda Sport Motoshow di 11 Kota Besar

Saat uji coba berlangsung, Widya Aryadi sang perancang mobil ini mengatakan, bahwa mobil ini dapat dikembangkan lebih jauh lagi, termasuk mengembangkan dengan kapasitas di atas 1.000cc. “Ini kapasitasnya 1.000cc, tapi  bisa dikembangkan untuk 2.500cc, ” ujarnya.

Kapan diproduksi? nagh masih belum jelas walaupun sudah lolos EURO3. Soal harga, “Proses prototype menghabiskan Rp 178 juta. Namun kalau sudah produk masal sekitar Rp 70 jutaan, dengan catatan kalau fasilitasnya disamakan dengan mobil LCGC,” ujar Widya Aryadi.

Nagh nagh nagh terus kapan? 

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan