Muncul Petisi Penjarakan Orang Tua Yang Izinkan Anaknya Bermotor

Tingginya angka kecelakaan bermotor yang disebabkan oleh anak dibawah umur membuat emosi banyak pengguna jalan. Mau nyalahin si anak saja jelas gak cukup, karena mereka kadang malah difasilitasi dan dibanggakan orang tuanya karena bisa berkendara motor. Malah kadang jadi ajang pamer motor baru.

Di tengah keprihatinan tersebut, muncul petisi yang meminta orangtua yang mengizinkan anaknya mengendarai motor atau mobil untuk dipenjarakan saja.

Petisi itu dibuat sekitar sebulan lalu oleh Saleha Juliandi dan ditujukan pada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo serta Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dalam petisi itu, Saleha juga menampilkan foto wanita korban kecelakaan. Wanita itu disebutkan ditabrak motor yang dikendarai anak berusia tanggung. Anak itu mengendarai motor berkecepatan tinggi tanpa helm dan SIM.

petisi penjarakan ortu

 

Berikut isi petisi tersebut:

Pagi ini saya dikagetkan dengan kabar dari seorang sahabat yang dirawat intensif di ICU. Terdapat memar otak dan tulang pangkal lehernya retak akibat ditabrak motor. Sedihnya lagi, salah satu korban tabrak lainnya sampai meninggal dunia. Almarhumah adalah ibu dari seorang anak berusia 3-4 tahun. Betapa sedih melihat kebahagiaan dan kasih sayang anak tersebut dari ibunya direnggut oleh pengendara tidak bertanggung jawab.

Penabrak adalah anak-anak di bawah usia yang SEHARUSNYA tidak boleh mengendarai motor. Geram sekali rasanya. Pengendara seperti ini sering sekali saya jumpai bebas berlenggang di jalan.

Kejadian seperti ini bukan baru sekali ini terjadi. Tapi sudah seringkali terjadi. Banyak sekali korban lalu lintas akibat pengendara yang masih anak-anak. Bukan hanya kaki mereka yang belum mampu memijak ke tanah dengan baik, tapi juga masih labil psikisnya, dan belum mampu mengambil keputusan dengan bijaksana di jalan yang menuntut kematangan berpikir.

Ketika terjadi kecelakaan yang menyebabkan cidera fisik bahkan kematian korban, masih ada saja orangtua yang membiarkan anaknya kembali mengendarai motor/mobilnya. Sementara pelaku di bawah usia sama sekali tidak bisa terjamah oleh hukum dan biasanya hanya diberi teguran serta menandatangani surat perjanjian kelakuan baik.

Pelarangan secara lisan dan tindakan razia pun sepertinya tidak mampu memberikan efek jera. Oleh karena itu, sangat diperlukan kontrol kuat terhadap orang tua. Jika orangtua dikontrol melalui serangkaian peraturan undang-undang dengan hukuman berat dan bisa memberi efek jera, tentu mau tidak mau orangtua akan berusaha mematuhi dan benar-benar mengawasi anak di bawah umur agar tidak mengendarai kendaraan bermotor di manapun dan dalam kondisi apapun.

Oleh karena itu, kami sangat berharap pemerintah bisa membuat undang-undang yang bisa MEMENJARAKAN ORANGTUA yang membiarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor. Demi keselamatan anak tersebut dan demi keselamatan orang lain di sekitarnya.

Mari menjadi Orangtua Hebat!

Salam Hangat,

Saleha Juliandi

Gimana lur? apakah anda setuju dengan petisi diatas? jika ya langsung aja klik link berikut ini sebagai tanda anda setuju.
(klik disini)
Klo tidak, monggo diabaikan saja.

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan