Candi Gembirawati, Tempat Menyesatkan Di Tepi Pantai Parangtritis Yogyakarta

Candi yang terletak di atas Pantai Parangtritis ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai Pesanggrahan daripada Candi. Karena candi ini dibangun pada masa Mataram Islam oleh Sultan Hamengkubuwono II (HBII) yang memerintah pada kurun waktu 1792-1828 M.
Sebagian sejarawan berpendapat, bahwa sebelum dibangun menjadi sebuah pesanggrahan, sudah ada situs warisan Mataram Kuno bercorak Hindu di lokasi tersebut. Yaitu Goa Pertapaan Suracala.dan Sendang Beji. Karenanya lokasi ini dipilih oleh Sultan HB II karena sudah ada aura mistik dari warisan leluhur mataram.

Ahli Purbakala berkebangsaan Belanda pada tahun 1902. F.D.K Bosch menyatakan bahwa dari arsitektur bangunan, bentuk pilar, dan hiasan yang ada diperkirakan peninggalan ini dibangun sekitar abad ke-16. 

Baca Juga:   Mau BC Macam Apapun, Tetap saja akhirnya Yamaha akan beralih ke mesin DOHC 150cc. Percaya dehh

Sultan HB II sangat hobi membangun pesanggrahan di luar kraton dan di tempat-tempat mistis, selain untuk rekreasi juga untuk mengolah rohani.

Lokasi Candi Gembirawati di dekat dengan area Pantai Parangtritis tapi banyak yang tidak tahu. Hal ini bisa dimaklumi karena memang kawasan pesanggrahan ini termasuk wilayah elit milik Kraton yang tidak sembarang orang boleh memasukinya.


Bukti rujukan atas keberadaan tempat ini adalah Serat Rerenggan Kraton, yang menulis pesanggrahan hasil seni bangun karya Sultan HB II.
Sampai saat ini, bahkan petugas penjaga karcis dan para polisi pariwisata saja tak tahu keberadaan candi ini.

Secara adiminitratif lokasinya berada di Dusun Watu Gajah, Desa Giri Jati, Panggang, Gunung Kidul. Karena masuk wilayah administrasi Gunung Kidul, banyak peziarah yang tersesat mencarinya. Padahal lokasinya ada tepat di atas Pantai Parangtritis yang masuk wilayah Bantul.

“Inilah kenapa saya beri judul menyesatkan, karena banyak peziarah mencarinya ke Wonosari, Gunung Kidul.”


Bangunan pesanggrahan Gembirowati ini berbentuk teras yang membujur ke arah barat – timur dengan penyimpangan ±20˚ dan menghadap ke arah selatan. Arah hadap bangunan yang menuju kearah selatan serta keberadaan situs pada tempat yang cukup tinggi ini memberikan pandangan yang cukup leluasa ke arah laut Kidul atau Samudera Hindia.

Baca Juga:   Honda Freed 2016, Speedometer Lebih Sipit Cantik

Sangat pas untuk menikmati luasnya samudera.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan