Tak Beri Jalan Iringan Pengantar Jenazah, Avanza Diserang Massa

Menurut UU Nomer 29 tahun 2002 tentang Lalu Lintas, Rombongan Iring-iringan pengantar Jenazah memang mendapat hak untuk diprioritaskan oleh pengguna jalan, sebagaimana disebutkan berikut ini.

Berdasarkan penjelasan Pasal 104 ayat (1) UU LLAJ dan Pasal 4 ayat (1) huruf b Perkapolri 10/2012, pengguna jalan yang memperoleh hak utama diprioritaskan yaitu:

  1. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
  2. Ambulans yang mengangkut orang sakit;
  3. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
  4. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
  5. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
  6. Iring-iringan pengantar jenazah; dan
  7. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara lain, Kendaraan untuk penanganan ancaman bom, Kendaraan pengangkut pasukan, Kendaraan untuk penanganan huru-hara, dan Kendaraan untuk penanganan bencana alam.
Baca Juga:   Soal Coakan NMP ... lha mbok dipelototi dulu

Nah akibat dari adanya pengguna jalan diatas, maka untuk Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat melakukan tindakan sebagai berikut:

  1. memberhentikan arus Lalu Lintas dan/atau Pengguna Jalan;
  2. memerintahkan Pengguna Jalan untuk jalan terus;
  3. mempercepat arus Lalu Lintas;
  4. memperlambat arus Lalu Lintas;
  5. mengalihkan arah arus Lalu Lintas;
  6. menutup dan membuka arus lalu lintas.

Kasus di wilayah Jakarta Selatan ini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi yang lainya, untuk mengalah sebentar memberi jalan bagi jenazah yang hendak dimakamkan. Tapi ya bukan berarti main hakim sendiri itu bener, harusnya melibatkan polisi dong untuk pembukaan jalan. 😉

Seorang pengendara mobil Toyota Avanza diserang oleh rombongan iring-iringan jenazah. Mobil pengemudi menjadi bulan-bulanan rombongan iring-iringan jenazah karena tidak memberikan akses jalan.
Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 12.45 WIB, di depan Mal Kota Casablanca (Kokas), Jl Casablanca Raya, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2016). Saat itu lalu lintas tengah padat merayap.

Rombongan iring-iringan yang mayoritas menumpang motor langsung mencegat mobil. 10 Orang dari rombongan langsung turun dari motor mereka. Mereka memarah-marahi pengendara mobil yang tidak mau memberikan akses jalan.

Sang sopir hanya diam saja di dalam mobil. Massa pengiring jenazah yang kalap lalu memecahkan kaca mobil.

Aksi tersebut hanya berlangsung selama 15 menit. Rombongan iring-iringan jenazah langsung pergi begitu saja. Mereka melaju ke TPU Menteng Pulo. Sementara pengendara mobil yang tidak keluar dari mobilnya akan pergi ke kantor polisi.

“Tadi saya lagi jalan ada iring-iringan jenazah. Saya sudah minggir tapi tetap saja saya dipukulin dan saya nggak terima,” kata pengemudi yang langsung pergi ke kantor polisi.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan