Honda DBL, Tekad Astra Membantu Pelajar Indonesia Meraih Cita-Cita

Final Honda DBL 2016 di Surabaya, Jawa Timur (2/9). Rangkaian kompetisi basket antar pelajar yang telah digelar di 25 kota dari 22 provinsi ini berupaya mewujudkan mimpi pebasket muda berbakat untuk berkiprah menjadi pebasket profesional masa depan. Foto: AHM

Honda Development Basket Ball League atau Honda DBL adalah kompetisi bola basket usia pelajar terbesar di tanah air, diukur dari jumlah peserta dan penonton. Honda DBL adalah kolaborasi PT Astra Honda Motor sebagai sponsor utama dengan PT. DBL Indonesia sebagai penyelenggara kompetisi.

Secara kasat mata, Honda DBL ini hanya lomba basket antar sekolah, apa sih istimewanya?
Kompetisi liga bola basket ini telah digelar sejak tahun 2004 di Kota Surabaya, saat ini Honda DBL digelar di 25 kota besar di Indonesa dan tercatat ada 1.161 tim dari 803 sekolah di penjuru nusantara, melibatkan 1 juta penonton yang hadir selama perhelatan Honda DBL 2016. Inilah liga bola basket terbesar di Indonesia.

Sejak awal digulirkan liga ini diniati sebagai liga bola basket bagi para siswa tingkat SMA yang sederhana, tetapi diselenggarakan dengan cara yang benar. Tidak boleh ada pemain profesional atau semipro, tidak boleh ada sponsor rokok, alkohol, dan minuman berenergi. Pemain harus student athlete, atlit pelajar sekolah.

Liga ini lebih dari kompetisi olahraga. Keseluruhan proses dan para anak muda yang terlibat di dalamnya selama liga bergulir adalah proses pendidikan yang luar biasa yang tidak diajarkan di bangku sekolah manapun. Honda DBL adalah akademi dengan berbagai jurusan tempat para anak muda Indonesia belajar secara praktek tentang banyak hal, sesuai dengan peranya masin-masing selama liga berlangsung.

Pemain
Dengan konsep student athlete,  para pemain dituntut agar performa di lapangan harus diimbangi dengan performa belajar di ruang kelas. Para pemain Honda DBL harus memiliki nilai di atas rata-rata minimal yang ditentukan untuk naik kelas. Pemain yang memiliki rekam jejak akademik tidak naik kelas, dilarang ikut berkompetisi, jika ketahuan maka tim tersebut langsung dieliminasi, gugur.

Honda DBL 2016
Foto: AHM

Pemandu Sorak
Setiap tim harus memiliki pemandu sorak, di Honda DBL, personelnya gak harus wanita bahkan ada boleh semuanya pria. Satu hal yang utama, mereka dilarang membuat formasi piramida yang dinilai berbahaya, karenanya mereka dituntut untuk kreatif menciptakan koreografi.

Baca Juga:   Ledakan Sonic Boom Gemparkan Warga Solo dan Madiun

Sebenarnya nama mereka di Honda DBL bukan pemandu sorak, tapi Dance Team. Mereka tidak hanya memandu sorak tim basketnya tapi juga dituntut agar koreografi tarian mereka bisa dinikmati semua penonton.

Bagaimana jika mereka tak hadir di arena pertandingan? Tim dan para suporter dipersilahkan untuk pulang dan dinyatakan kalah. Disinilah peran dari koordinator lapangan sangat diperlukan agar semua komponen, tim yang berlompa, pemandu sorak dan suporter bisa datang tepat waktu.

Suporter
Karena keterbatasan venue tempat lomba sedangkan animo penontonya luar biasa. Para suporter harus selalu waspada tingkat tinggi dengan jadwal bertanding timnya. Karena diberlakukan sistem buka tutup pintu dan pergantian suporter sesuai dengan tim sedang berlaga.

Misal di sesi pertama jam 8pagi sampai 9pagi adalah tim SMA1 melawam SMA2 dan di sesi kedua jam 9pagi sampai jam 10pagi adalah tim SMA3 melawan SMA4, maka ketika sesi pertama usai para suporter harus segera meninggalkan gedung olahraga dalam 10 menit, ketika sudah kosong para supporter tim yang berlaga di sesi kedua dibolehkan masuk.

Jika suporter telat masuk maka tim yang didukungnya akan dinyatakan gugur. Demikian halnya jika supporter telat mengosongkan arena.

Selama laga berlangsung, para suporter harus bersuara untuk mendukung tim kesayanganya. Tidak boleh diam, tidak boleh melontarkan yel-yel berbau ejekan dan SARA, apalagi menyanyikan chant yang berlirik rasisme. Bila kedapatan melanggar? Tim akan dicoret dari kompetisi, dinyatakan kalah.

Sebuah pendidikan tentang bagaimana cara menjadi suporter yang baik dan benar, yang tidak ada di kompetisi apapun di Indonesia.

Jurnalis
Setiap sekolah yang timnya bertanding di Honda DBL, harus mengirimkan tim jurnalis majalah dinding sekolahnya. Jika tim jurnalis tidak datang, maka tim bola basketnya akan dinyatakan kalah. Para jurnalis tersebut harus datang dengan berpakaian dan perangkat layaknya jurnalis olahraga professional, mengikut konferensi press sebelum dan sesudah pertandingan serta wawancara khusus pada pemain sekolahnya. Benar-benar sebuah pendidikan jurnalistik yang luar biasa. Setiap peserta diajak merasakan serunya menjadi jurnalis foto maupun tulis layaknya jurnalis profesional.

Baca Juga:   Pemerintah Tutup Pendaftaran Driver Ojek dan Taksi Online
Honda CBL
Foto: AHM

Konsep Sponsorship yang mengedepankan kesehatan.
Selain mengedepankan konsep student athlete, bahwa setiap atlit di Honda DBL harus berprestasi di bangku sekolah. Turnamen ini juga tegas mengajarkan cara hidup sehat bagi semua komponen yang terlibat di dalamnya. Tidak boleh ada sponsor rokok, alkohol, dan minuman berenergi.

Sebelum Honda masuk sebagai sponsor utama. DBL sempat sepi sponsor, tapi CEO PT.DBL Indonesia selaku penyelenggara, Azrul Ananda, tetap konsisten dengan prinsipnya bahwa kompetisi ini harus sehat semua dengan tidak menggaet sponsor dari perusahaan rokok dan minuman energi.

Hingga kemudian tahun 2008 PT. Astra Honda Motor masuk menjadi sponsor utama sejak tahun 2008 hingga kini, berarti sudah 9 tahun, sampai tahun 2016.

Kompetisi DBL sendiri sebenarnya juga bukan habit PT. AHM yang merupakan perusahaan sepeda motor. Mengingat para audience Honda DBL kebanyakan adalah pelajar dibawah usia 17 tahun yang belum boleh mengendarai sepeda motor. Tapi AHM bertekad untuk memberi inspirasi bagi para remaja Indonesia tentang bagaimana cara menjadi atlit profesional yang bertanggung jawab dan cita-cita lainya. Memberi mereka sarana kawah candradimuka untuk menempa diri dalam even Honda DBL.

Honda DBL adalah akademi pendidikan dengan metode praktek (direct method), di sini semua pelajar yang terlibat mendapat pendidikan dan pengalaman langsung mulai dari yang menjadi atlit, pemandu sorak, jurnalis, dirijen, supporter hingga koordinator lapangan.

roda2blog di sosial media

1 Trackback / Pingback

  1. Honda Setia Menjadi Sponsor Kompetisi Bola Basket DBL – roda2blog.com

Tinggalkan Balasan