Mengenal Mesin Diesel Hybrid Suzuki Ertiga SHVS

Suzuki menggebrak pasar otomotif Indonesia dengan menghadirkan Ertiga versi Diesel Hybrid. Konsumen di Indonesia terbiasa dengan mesin Diesel kubikasi di atas 2500cc. Ada semacam stereotip, untuk kubikasi yg sama dengan mesin premium maka dibutuhkan mesin Disel dua kali yang lebih gede.

Mari kita bedah teknologi satu ini. Oleh Suzuki disebut SHVS Kepanjangan dari Smart Hybrid Vehicle by Suzuki yang artinya kendaraan ( Mobil ) Hybrid yang pintar buatan Suzuki.

Pertama, Ertiga Hybrid digerakkan oleh mesin diesel Common Rail dan saat berjalan akan dibantu oleh tenaga listrik yang tersimpan di Batery.

Kedua, mobil ini punya 3 komponen utama penggerak mobil.
1. Mesin Diesel 1300cc Common Rail
Bukan lagi “direct injection” tapi common rail. Untuk pembakaran ledakan solar membutuhkan

  1.  Integrated Starter Generator (ISG)
    Yaitu alternator/ pengubah energi gerak menjadi listrik yang biasa disebut dinamo ampere, unit ini menjadi satu dengan unit Motor starter/
    pengubah energi listrik menjadi gerak.
Baca Juga:   Akibat Kenaikan Biaya STNK Motor, Warga Rela Antri Sampai Malam di Bawah Guyuran Hujan 

ISG juga akan membantu tarikan awal mobil sehingga gejala ngeden pada mesin disel bisa diatasi. Tarikan awal akan lebih responsif.

3. Battery Kapasitas besar SHSV
Baterai ini untuk menyimpan daya listrik dari alternator dan siap di pakai motor starter kapan pun juga. Jadi ibaratnya, simpan buang dengan cepat.

Sumber listrik yang disimpan oleh Batery juga berasal dari saat mobil mengerem yang menghasilkan energi kinetik, yang akan dikonversikan menjadi energi listrik dan disimpan pada batery.

Yang spesial ada fitur Idle Stop Start System ( ISSS ) sonn.
Saat berhenti dilampu merah dalam jangka waktu beberapa detik mesin mobil mati untuk menghemat pembakaran di ruang bakar lalu saat sudah ijo cukup injak gas mesin langsung hidup dan siap melaju. Walau mesin mati tapi AC akan tetap hidup dengan tenaga listrik dari Batery.

Baca Juga:   Honda NSR150SP Laku Terjual Dengan Harga 200Juta, Wajarrr

Lho kok bisa? karena ini mesin diesel common rail mimin gak heran. Saat mesin mati sementara, arus listrik dari ECU akan tetap mempertahankan pressure/tekanan udara di ruang bakar. Cukup injak gas, maka ledakan solar di ruang bakar akan kembali terjadi secara cepat.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan