Yamaha dan Honda Divonis Bersalah Oleh KPPU Dalam Kasus Kartel Pengaturan Harga Motor Matik

Honda dan Yamaha akhirnya diputuskan bersalah boleh KPPU setelah terbukti melakukan kartel atau pengaturan kesepakan harga jual sehingga konsumen tidak dapat memperoleh harga beli sepeda motor yang kompetitif.

Keputusan vonis KPPU diambil setelah melalui penyelidikan pendahuluan maupun lanjutan selama lebih kurang 120 (seratus dua puluh) hari kerja.

Sidang Pembacaan Putusan Perkara yang merupakan inisiatif KPPU ini, dipimpin langsung oleh Majelis Komisi yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Tresna Priyana Soemardi, S.E., M.S selaku Ketua Majelis, R. Kurnia Sya’ranie, S.H., M.H. dan Drs. Munrokhim Misanam, M.A., Ec., Ph.D masing-masing sebagai anggota Majelis Komisi.

Dua produsen motor yaitu PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM). Dinyatakan bersalah dan terbukti melakukan kerjasama dalam pengaturan harga jual skutik 110cc-125cc dalam sidang putusan kartel.

Baca Juga:   Review Respiro D-Ventech: Good Things, Bad Price!

Dari semua keterangan saksi, bukti, mengarah bahwa keduanya terbukti melakukan pelanggaran.

“Menimbang berdasarkan bahwa fakta-fakta kesimpulan dan analisis serta UU Menyatakan bahwa terlapor 1 (PT YIMM) dan terlapor 2 (PT AHM) terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 5 ayat 1 UU no.5 tahun 1999,” kata Ketua Majelis Komisi, Tresna Priyana Soemardi, di Ruang Sidang KPPU, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Dengan begitu YIMM dan AHM dikenakan sanksi administratif berupa denda masing-masing Rp 25 miliar untuk YIMM dan Rp 22,5 miliar untuk AHM.

“Majelis komisi menentukan dalam penentuan besaran denda dengan majelis komisi menambahkan 50% dari besaran proporsi denda karena memberikan data yang di manipulasi sementara terlapor 2 dikurangi sebesar 10 persen dari besaran proporsi denda karena kooperatif,” jelas anggota Majelis komisi, R. Kurnia Sya’ranie.

Baca Juga:   Yoshimura Indonesia Pastikan Knalpot di Honda PCX Palsu

Merujuk kasus kartel biaya seluler, yang akhirnya bisa menurunkan biaya sms dan telpon. Akankah keputusan ini bisa menurunkan harga jual sepeda motor matik Honda dan Yamaha?

semogaaa

roda2blog di sosial media

2 Komentar

Tinggalkan Balasan