Cara Tegas Pemkab Madiun Dalam Merawat Jalan Aspal

Bagi sebagian atau mungkin kebanyakan tidak memahami bahwa jalan raya beraspal juga perlu perhatian dan perawatan. Kebanyakan tahunya hanya jalan mulus, lobang lalu nyalahin pemerintah gak tanggap memperbaiki. 

Kabupaten Madiun adalah salah satu daerah dengan ruas jalan aspal terbaik, bahkan sampai pelosok desa pun jalanya mulus beraspal. Selain pembangunan kuncinya adalah kesadaran masyarakst dalam merawat jalan yang sudah beraspal. 

Ini tidak terlepas dari gencarnya penyuluhan tentang pentingnya merawat jalan yang sudah diperbaiki oleh Pemkab Madiun, terutama sering disampaikan Bupati Madiun Muhtarom saat menginap di desa yang disambangi dalam BST tiap bulanya. 

Berdasarkan penyuluhan, ntuk merawat jalan beraspal yang harus difahami adalah,

  1. Musuh utama aspal adalah genangan air.

  2. Bahwa aspal butuh panas matahari untuk merekat. 
    Untuk yang pertama, pemkab membangun dulu saluran air/selokan sebelum melakukan pangaspalan. Warga masyarakat juga dihimbau untuk aktif membersihkan saluran air agar air tidak menggenangi jalan raya ketika hujan. 

Baca Juga:   Naik Podium Nomer 2, Ini Komentar Alex Rins Dan Tim Suzuki Ecstar

Contoh jalan yang tidak dirawat warga sekitarnya. Rumput lebih tinggi dari jalan raya. Air akhirnya menggenang, aspal siap-siap mengeras dan tidak merekat, lalu akhirnya nglontok timbulah lobang di jalan. Nanti terus demo ke pemerintah yaa. TKP: Kota Madiun

Yang kedua cukup sadis, untuk menjamin aspal mendapat cukup panas matahari, pohon-pohon yang berada di DMJ / Daerah Milik Jalan ditebang. Biar makin panas, pohon yang tinggi yang sekiranya bayanganya menutupi jalan aspal juga dipangkas.

Hasilnya? kalau siang panas sekali broo. Tidak ada bayang-bayang pohon. Manfaatnya? jalan beraspal jadi awet gak mudah bolong. 

Desa Setemon, Kebonsari, Madiun. Dulu hobi banget njemur padi di atas aspal, sekarang mana berani. Pilih njemur padi diatas rumput dan terpal, walau keringnya agak lama daripada njemur diatas aspal, bisa bikin aspal jalan rusak.

Termasuk adanya larangan menjemur padi diatas jalan beraspal. Bagi petani biasanya berasalan biar cepat kering, apalagi pas musim hujan gini, kalau dijemur diatas tanah/rumput lapangan biarpun pakek terpal akan lama keringnya. Tapi di Kabupaten Madiun ada larangan keras soal ini, biasanya kepala dusun atau Pak RT yang akan menegur. Klo masih ngeyel, biasanya warga desa lainya akan menggalang suara “Suk nek mati budalo neng kuburan dewe”.

Baca Juga:   5 Sebab Penjualan Sepeda Akan Menggerus Penjualan Motor

Di musim hujan begini, aspal sangat rentan rusak. Selain karena tidak mendapat cukup panas matahari. Juga sering diguyur hujan yang cukup deras yang airnya tak mampu ditampung oleh selokan lalu meluber ke jalan aspal. 

Di sinilah letak jawaban kenapa jalan desa yang tidak pernah dilewati kendaraan bertonase besar tapi kok mudah rusak. Karena aspalnya tidak mendapat perawatan dari masyarakatnya. Pengenya aspalnya mulus tanpa perlu merawat.

Saling membutuhkan, aspal butuh panas matahari biar kuat dan kita butuh aspal yang mulus.
Sudah hampir 5 tahun, aspal masih muluss, jalan desa biasa.

Jalan di desa saya, jalan poros penghubung Magetan-Ponorogo-Madiun, setelah pengeprasan pohon dipinggir jalan, kalau siang pengguna jalan banyak yang mengeluh panas. Yang penting aspalnya awet.

Jalan tembus Kebonsari-Madiun, pohon di sebelah barat jalan ditebang setelah perbaikan jalan. Biar aspal terjamin mendapat panas matahari. Kalau siang sekarang panas banget, padahal dulu sangat adem karena kanan kirinya pohon-pohon besar. Yang penting aspal muluss

Paha cerybelle aja perlu luluran eh perawatan  biar mulus apalagi jalan aspal :mrgreen:

Njemur model gini, kata siapa klo dilindes motor/mobil gak marah? TKP: Ngawi

roda2blog di sosial media

1 Komentar

Tinggalkan Balasan