Uji Turing Suzuki GSX-S150 Melewati Jalur Maut Bagi Sistem Injeksi Yang Dihindari Pabrikan Lain

Saat ini Suzuki Motor Indonesia sedang menggelar turing jarak jauh Jakarta-Surabaya untuk mengetes ketangguhan motorsport Suzuki GSX-S150. Untuk pelaksanaanya dibagi 3 etape. 

Etape 1 Jakarta – Baturaden, Jawa Tengah
Etape 2 Baturaden – Jogja – Sarangan – Madiun
Etape 3 Madiun – Malang – Bromo – Surabaya.

Rute tersebut akan menjadi ujian nyata bagi sistem injeksi motorsport Suzuki GSX 150.

Sebagai informasi, motor injeksi Suzuki punya teknologi IAPS (Intake Air Pressure Sensor). Berkat IAPS, motor suzuki gak perlu disetel ulang ECU setelah melewati dataran tinggi yg ekstrem.

Jadi begini sob, sebuah motor yang dibeli di Bandung yang ketinggiannya 800meter diatas permukaan laut, IAPS akan memberikan inputan ke ECU mengenai suhu di Bandung, tekanan udara di Bandung, berikut kelembaban di Bandung saat itu, saat kunci kontak di nyalakan. ECU akan mengeksekusi dengan pas berapa setelan semprotan BBM yang diperlukan.

Baca Juga:   Mesin Mati, Honda Vario Buatan 2008 Terbakar Sampai Ludes

Nah, pada pabrikan lain, IAPS ini gak ada sob. Makanya di bengkel resmi merek lain,  ada himbauan ke konsumen untuk bawa motornya ke bengkel resmi setelah melewati dataran tinggi.

Rute yang diliwati Suzuki dalam turing ini sangat pas untuk menuji dan membuktikan ketangguhan IAPS. Ada dua titik tertinggi yang akan dilewati, cemoro sewu dan Bromo,  langsung tanpa berhenti untuk servis motor.

Yang patut dijadikan perhatian adalah cemoro sewu. Dari Solo yang berketinggian 500dpl motor akan langsung naik ke daerah wisata Cemoro Sewu 1.900dpl, gak pakek berhenti, motor langsung turun ke Madiun yang ketinggianya 500dpl. 

Dari Madiun akan diteruskan ke Bromo, wilayah ini punya ketinggian yang mirip hampir sama dengan Cemoro Sewu. Di Bromo motor akan nginep semalam, lalu paginya terus menuju Surabaya.

Baca Juga:   Polisi Siapkan Alat Penghancur Motor dan Mobil Yang Telat Bayar Pajak

Nah, ini adalah kali pertama tes turing motor baru melewati Cemoro Sewu-Sarangan dan Bromo secara bersamaan. Bener-bener ngetes seberapa kuat dan stabil sistem injeksi Suzuki dalam melahap latitude dengan ketinggian yang berbeda sangat ekstrem.

Biasanya, rute pabrikan lain pasti menghindari Cemoro Sewu dan Bromo. Ambil contoh saat ada pabrikan yang turing Jakarta-Bali, lebih memilih lewat jalur pantura.

Ada juga yang hanya sampai finish di Bromo, setelah bromo lalu ridernya pulang naik bus ke Malang atau Surabaya.

Mimin sendiri diberi kesempatan untuk gabung di etape 3 bareng kawan-kawan Jatimotoblog.

roda2blog di sosial media

3 Komentar

  1. Vario 150 saya eces saja lewat cemoro sewu, baik dari arah sarangan atau dari tawangmangu. BB saya 82kg, istri 67kg, dua anak saya 34kg & 14kg belum barang bawaan bisa 10kg. Saya lebih takut turunnya daripada naiknya. Gak perlu rubah setingan apapun.

    • Yakin eces aja om? Saya lho, pakai vario 125 lewat jalur cepogo sendirian (berat 83 kg) tnpa bawa barang. Memang tanpa ubahan setting baik-baik aja, tp bgitu pada ketinggian di cepogo. Tenaga motor lebih lemot, kayak kehabisan nafas om. Nggremet puooll

Tinggalkan Balasan