Polri: Takbir Keliling Mubazir Mending Bikin Opor Ayam

Kepolisian melarang adanya kegiatan takbir keliling pada saat malam sebelum Hari Raya Idul Fitri. Namun, tak semua takbir keliling dilarang oleh Polri. Asal tidak berlebihan.

Dijelaskan, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto, takbir keliling yang berlebihan itu contohnya, yang berkeliling antara kecamatan dan konvoi dengan menggunakan mobil bak terbuka dan sepeda motor. 

“Ini yang kita larang, yang seperti itu. Yang kaya gitu kan bukan syiar Islamnya, bukan,” kata Rikwanto, Jumat (23/6) seperti dilansir jawapos.com

Rikwanto mengungkapkan, beberapa tahun belakangan banyak masyarakat yang tidak memaknai arti dari takbir keliling. 

Mereka, lanjutnya, cenderung melakukan takbir keliling dengan tidak mematuhi peraturan yang ada.

“Misalnya konvoi di atas truk terbuka. Kan mereka duduknya di kepala truk, di pinggir-pinggir bak truk. Sehingga kalau ada berhenti mendadak, mereka bertumpahan, jatuh ke aspal dan jadi korban,” terang Rikwanto.

Baca Juga:   Del Gondez, Bagini Nasib Jika Beli Motor Berdasarkan Review Blogger

Mantan Kapolres Klaten ini juga menerangkan, belakangan para peserta takbir keliling yang berbeda daerah malah saling ejek. 

Bahkan, di antara mereka membawa sejumlah senjata tajam. Menurut Rikwanto, hal ini yang tidak dibenarkan. 

“Tentu kalau ketemu antar kecamatan, antar daerah, siap tawuran. Kan sudah enggak kondusif lagi,” tambah Rikwanto. 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, sebaiknya bila ingin takbiran, warga melakukannya di dalam masjid saja. 

“Itu akan jauh lebih terkonsentrasi, tak usah takbir keliling,” kata dia saat dihubungi.

Banyak hal negatif kata dia bila takbir keliling ini tetap digelar. Selain mengganggu pengguna jalan lainnya, polisi khawatir terjadi kecelakaan di jalan.

Baca Juga:   Peringati Hari Kartini, Astra Motor Beri Promo Spesial untuk Wanita

“Tentu kami khawatir, bisa terjadi gesekan tengah jalan, kemacetan. Toh besoknya akan bersama sama melaksanakan Hari Raya Idul Fitri. Jadi di masjid saja. Di tempat sekitarnya, itu lebih efektif,” papar dia.

Dia berharap masyarakat bisa lebih mengerti dan menggelar takbiran di masjid saja. Karena hal ini juga demi keselamatan masyarakat sendiri. 

“Kami takut takbir keliling hanya buang energi, BBM. Lebih baik buat beli ketupat dan opor kan,” tambah dia. 

3 Komentar

  1. SUnah kok dibilang mubazir??… memang pahalanya dari pak Kapolri?? Sekedar nambah ilmu buat bapak yang terhormat… Sunah itu di kerjakan berpahala, ditinggalkan rugi….

  2. Kalau situ ngomong aturan itu sama panitia dan dikoordinir sama2 hasilnya bagus. Di daerah lain bisa. Otak kok sbatas aturan di kertas. Kreatif dikit napa. Otak dipake mikir. Anda bukan robot bukan?

Tinggalkan Balasan