Mayoritas Orang Indonesia Beli Kendaraan Karena Gengsi Bukan Kebutuhan

Ternyata kebanyakan orang Indonesia membeli kendaraan bukan sebagao alat transportasi tapi untuk gengsi. Adalah lembaga survei ternama AC Nielsen yang telah melakukan riset dan menemukan fakta tersebut. Bahwa lebih dari setengah responden di Indonesia menjawab bahwa motor/mobil bukan semata sebagai alat transportasi. Mereka membeli kendaraan untuk menaikkan status sosial, sebagai simbol kesuksesan.

Riset tersebut sebenarnya dilakukan pada tahun 2014. Dalam riset yang berjudul “The Nielsen Global Survey of Automotive Demand” dengan responden 30 ribu konsumen dari 60 negara.

Hasilnya, 67 persen pemilik mobil di Indonesia percaya kalau mobil adalah simbol penting kesuksesan. Persepsi yang sama juga ada pada pemilik mobil di negara tetangga kita, seperti Thailand, Filipina, dan Malaysia.

Baca Juga:   Nikmati Liburan Keluarga Lebih Menyenangkan di Jungleland Adventure Sentul

Thailand bahkan berada di posisi paling atas. Sebanyak 79 persen pemilik mobil di Negeri Gajah Putih itu percaya kalau mobil adalah simbol keberhasilan. Filipina berada di posisi kedua dengan 72 persen, Malaysia 62 persen, dan Singapura 54 persen.

Angka ini melebihi rata-rata di belahan dunia lainya, yang rata-rata membeli mobil sebagai gengsi angkanya hanya 52 persen.

Chang Park, Managing Director of Nielsen’s Automotive Industry Group in Southeast Asia, North Asia and Pacific mengatakan kalau persepsi ini adalah gambaran umum pemikiran kelas menengah yang baru muncul.

Park mengatakan, anggapan kalau mobil adalah simbol status sosial adalah bukti kalau kelas menengah baru ini “sangat aspiratif”.

Baca Juga:   Sadis! Presiden Filipina Tiru Petrus Zaman Soeharto Perangi Narkoba Banyak Mayat Bergelimpangan

“Mereka (kelas menengah) membeli mobil untuk menunjukkan status sosial mereka yang meningkat. Bagi mereka, kepemilikan mobil adalah simbol utama seberapa jauh mereka telah sampai dan kesuksesan apa yang telah dicapai,” ujar Park.

Yang menarik, survei ini tentunya bermanfaat bagi produsen mobil di Indonesia karena juga membuka fakta bahwa masih ada 46 % rumah tangga di Indonesia yang belum memiliki mobil.

Ke depanya, pasar otomotif mobil lebih cerah dibanding sepeda motor. 

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan