POM Mini Pertamini Terbakar, 6 Toko Ludes Dilalap Api di Ponorogo

Sebuah stasiun pengisian bahan bakar mini atau POM Pertamini meledak dan menyebabkan kebakaran hebat yang membakar 4 toko di komplek pasar Kesugihan, Ponorogo, Jawa Timur pada Minggu pagi 02/7/2017 sekitar pukul 7.30

Pemkab Ponorogo mengirim 1 unit mobil tapi tidak berhasil menjangkau lokasi karena jalanan macet oleh warga yang hendak menonton. Baru setelah ludes 3 toko, mobil PMK baru bisa tiba. Kebiasaan warga Ponorogo yang suka tontonan.

Penyebab kebakaran
Menurut salah satu warga, kebakaran berasal dari salah satu motor yang sedang mengisi BBM di Pertamini. Pemilik motor membeli BBM sambil merokok yang akhirnya menyambar lubang tangki.

Karena panik, pemilik motor berusaha mendorong motor menjauh dari Pertamini. Namun cilakanya, bensin dari kran masih mengucur tersambar lalu langsung membakar cadangan BBM di dalam mesin pertamini yang tidak tertutup dan api langsung membesar.

Baca Juga:   Review Infinix Hot 2 : Performa Mantab melibas Redmi dan Lenovo a6000+

Besarnya kobaran api langsung membakar bagian atap komplek pertokoan. Pemilik Pertamini berinisial “B” dikabarkan langsung kabur karena takut dimintai pertanggung jawaban.

Permasalahan Pertamini

Sistem penjualan bensin eceran dengan mesin Pertamini atau POM mini sudah sejak lama dipermasalahkan keamananya, setidaknya ada 3 hal utama yang membahayakan:

  1. Lokasi pertamini yang banyak di tempat keramaian, jika terjadi kebakaran akan merugikan banyak pihak. Kasus ini contohnya.

  2. Tidak dilengkapi alat pemadam kebakaran, padahal yang dijual adalah benda yang sangat mudah terbakar.

  3. Stok BBM disimpan di dalam mesin pompa di dalam bak/drum terbuka. Jika terbakar akan susah dipadamkan. Padahal seharusnya, stok BBM harus disimpan di dalam tangki dan ditanam di dalam tanah serta lokasinya berjauhan dengan pompa agar tidak meledak jika terjadi kebakaran di pompa BBM.

Baca Juga:   5 Tempat Wisata Yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan Di Kota Solo

Semoga setelah ini prosedur keamanan benda cair yang mudah terbakar ditegakkan oleh pemerintah demi keselamatan warga sekitar pertamini.

Sumber foto: ICWP

2 Komentar

  1. Sdhlah diblokir tuh jualan petramini malah bebas ngiklan, tutup mata sdh jelas langgar uu, urusan perut bodoamat orang lain sama motor modif muatan overload, tutup mata jgn preman backingin malah juragan jualan bensin liar pinggir jaln, susah ya klw perut bicara aturan ngak ada

Tinggalkan Balasan