Kasir Cantik Tamatan SMK Korupsi Uang Dealer Mobil Hingga Milyaran Rupiah

Seorang kasir dealer mobil berinisial LN (29 tahun) di Samarinda, berhasil menggelapkan uang senilai puluhan milyar rupiah. Wanita cantik lulusan SMK ini adalah karyawan PT Serba Mulia Auto Samarinda dan menjadi kasir sejak tahun 2015 hingga 2016.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs. Safaruddin merilis pengungkapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berhasil diungkap oleh Ditreskrimus Polda Kaltim, Jumat (7/7/2017). Dalam kasus ini, aparat kepolisian berhasil menangkap LN, J dan MDR, kendaraan yang diamankan 18 unit mobil, 2 unit rumah dan 2 unit motor besar.

“Sebanyak 18 mobil, 2 motor dan 2 rumah jumlahnya senilai Rp 9 miliar berhasil kami sita. Tapi kerugian perusahaan Rp 25 miliar,” kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin didampingi Dirreskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani dan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana saat menggelar pengungkapan kasus penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang di Mako Polda Kaltim.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka mengambil sebagian uang yang disetorkan konsumen ke perusahaan.

Sebagai kasir tersangka melakukan perubahan data yang berbeda terkait kwitansi yang diberikan konsumen dan data yang diinput ke sistem keuangan perusahaan, sehingga terjadi kecocokan antara uang yang dibrankas kasir dengan pelaporan keuangan ke sistem perusahaan.

Baca Juga:   NgeTrap Ngetrip Ndasmu, Kebun Bunga Hancur Gara-Gara Selfie

Uang yang digelapkan tersangka tak terbaca sistem perusahaan.
Tersangka LN menggunakan fotokopi identitas orang lain untuk menggelapkan mobil di PT SMA, dengan cara menerbitkan kuitansi pembelian mobil yang sudah divalidasi oleh pihak perusahaan yang iabkvvhhiefyt

Uang yang digelapkan LN disetorkan kepada suaminya, J (27) secara tunai. Uang tersebut digunakan membeli mobil mewah di beberapa dealer Toyota, Ford, Daihatsu, dan lain-lain.

Suami tersangka yang juga terseret, J (27) menerima uang dari hasil penggelapan yang dilakukan istrinya.

“Uang tersebut dipakai untuk membeli rumah di Bukit Mediterania sebanyak 2 unit, lalu membeli mobil mewah seperti mobil Peugeot RCZ, Mercy, Dtjgatsun Copen, Fortuner dan lainnya,” ujarnya.

Mobil yang dibeli J (27) dari hasil uang penggelapan , dijual kembali dengan harga standar pasar untuk menyamarkan hasil kejahatan. Seolah-olah uang yang diterima mereka merupakan uang sah dari hasil jual mobil.

Untuk mobil yang digelapkan tersangka dari perusahaannya, dijual ke pihak ketiga.

Sementara Adik kandung LN (29) yang berinisial MDR (27) berperan menjual mobil yang diketahui barang hasil tindak pidana.

Barang Bukti Aset yang Disita
1. 2 rumah mewah senilai lebih dari Rp 700 juta
2. 5 unit mobil mewah kisaran Rp 400 juta hingga Rp 825 juta
3. 13 unit kendaraan roda empat mulai dari harga Rp 140 juta hingga Rp 240 juta,
4. 1 unit motor matic senilai 28 juta
5. 1 unit Motor Sport Yamaha R1M seharga Rp 812 Juta.

Baca Juga:   Kado Tahun Baru, BBN Naik, PKB Naik, Harga Motor Naik

Barang Bukti uang yang Disita
1. Sisa uang pinjaman tersangka LN, senilai Rp 9 juta
2. Uang sisa penjualan motor R1 Lee Kuning Rp 150 juta
3. Uang Fee penjualan motor R1 Lee Kuning Rp 5 juta
4. Uang tunai dari Rp 5 juta dari rekening atas nama LN
5. Uang tunai Rp 9 juta dari rekening atas nama J (27)
6. Uang hasil ternak ayam Rp 34 juta
7. uang sisa sewa kandang Rp 90 juta
8. Uang penjualan mobil Rp 2,5 juta
Total uang Rp 305 juta

Pasal yang Dikenakan
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo Pasal 374 dan atau Pasal 378 KUHP.

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan