Menteri Luhut Datangi Dahlan Iskan Untuk Lanjutkan Proyek Mobil Listrik ?

Setelah satu persatu penggagas mobil listrik terkena kasus. Kali ini seorang Menteri Koordinator mendatangi menyambangi Dahlan Iskan untuk melihat mobil listrik.
Sekedar flash back saja, tahun 2015 para pegiat mobil listrik mulai terkena kasus hukum. Berawal dari dagelan koplak bahwa mobil listrik gak lolos uji emisi, 14 Maret 2016, Dasep Ahmadi salah satu pembuat mobil listrik divonis 7 tahun penjara dan denda 17 Milyar Rupiah.

Lalu pada April 2017, Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN era SBY yang getol mempromosikan mobil listrik divonis 2 tahun penjara dan denda 100juta dalam kasus gak masuk akal tahun 2001-2003 saat beliau membantu membenahi perusahaan BUMD Jawa Timur.

Kali ini Pak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Jenderal TNI (pur) Luhut Binsar Pandjaitan bertamu ke rumah Dahlan Iskan untuk melanjutka ide dan gebrakan Dahlan Iskan tentang mobil listrik.

Menurut berita yabg dilansir jawapos.com, Pak Menteri Luhut ingin mendorong lagi proyek mobil listrik yang sempat mengendur. Katanya, jika tidak, Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi negara-negara yang sudah memproduksi lebih dulu.

Hal itu disampaikan Luhut saat berkunjung ke rumah Dahlan Iskan di Surabaya kemarin sore (18/7).

Mantan menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan tersebut menyempatkan diri mampir setelah melakukan kunjungan ke PT Barata Indonesia di Gresik.

Kunjungan dadakan itu membuat Dahlan terkejut. ”Saya tidak menyangka ada menteri yang berani mendatangi seorang terdakwa,” ucap Dahlan sambil tersenyum.

Mendengar hal tersebut, Luhut langsung menanggapi dengan jawaban khas Suroboyoan. ”Urusane opo, kan konco (tidak masalah, kan teman),” kata Luhut hangat.

Baca Juga:   Fender keren buat Yamaha Byson, cocok untuk musim hujan

Luhut menyempatkan diri melihat mobil listrik Tesla Model X yang terpakir di teras rumah Dahlan. Dia mengajukan beberapa pertanyaan tentang spesifikasi mobil tersebut.

’’Mobil listrik (di Indonesia, Red) harus didorong. Tidak ada emisinya,” katanya sambil menatap Tesla.

Dahlan membuka kap depan sedan sekelas Mercy tersebut. Isinya kosong. Fungsinya untuk bagasi, sama dengan isi kap belakang.

Tidak seperti kendaraan konvensional yang kap depannya dipenuhi mesin dan perangkatnya. ”Baterai ada di bawah,” ucap Dahlan.

Mantan menteri BUMN itu menjelaskan, sekali mengisi daya, Tesla miliknya tersebut bisa menempuh jarak hingga 500 kilometer. Akselerasi mobil listrik juga jauh lebih bagus daripada motor bakar.

Luhut sependapat dengan Dahlan tentang betapa majunya teknologi mobil listrik saat ini. Karena itu, pemerintah sedang mendorong agar Indonesia memiliki mobil listrik.

Sebab, bagaimanapun, bahan bakar minyak akan habis. Sumber energi itu juga mengeluarkan emisi yang berdampak buruk pada lingkungan. Sebaliknya, mobil listrik tidak mengeluarkan emisi yang mencemari lingkungan.

”Karena itu, ide Pak Dahlan dulu mendorong terwujudnya mobil listrik sudah sangat benar. Bukan hanya benar, tapi sangat benar,” tegas Luhut.

Menurut pria yang pernah menjabat kepala staf kepresidenan itu, sepuluh tahun lagi pasar mobil listrik di dunia bisa mencapai 20 persen.

Saat ini, di Tiongkok, semua sepeda motor sudah menggunakan listrik. ”Kita tidak boleh terlambat. Kita jangan mau jadi market (mobil listrik, Red) dari negara-negara Barat,”
imbuhnya.

Baca Juga:   Fans Ducati Menyambut Lorenzo Dengan Senang Hati

Karena itulah, Luhut berharap ide Dahlan yang sejak dulu getol menginisiasi produksi mobil listrik dalam negeri harus di-speed up.

Dia sudah meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) agar bekerja keras mewujudkan hal tersebut.

Sejak menjabat menteri BUMN, Dahlan memang getol mengampanyekan pengembangan mobil listrik di Indonesia. Dia membina anak-anak muda yang ahli untuk membuat prototipe mobil listrik.

Bahkan, Dahlan tak segan merayu anak muda Indonesia yang berkiprah di luar negeri agar mau pulang untuk merealisasikannya.

Ada lima orang yang dibina untuk mewujudkan pengembangan mobil listrik di Indonesia. Mereka diberi nama Pandawa Lima.

Dahlan merogoh kocek sendiri untuk membiayai kegiatan pengembangan prototipe mobil listrik yang dilakukan lima orang tersebut.

Satu per satu prototipe pun akhirnya berhasil dibuat mereka. Ada yang membuat motor listrik, city car, MPV premium, hingga supercar seperti Selo.

Ide Dahlan juga langsung disambut pemerintahan ketika itu. Pemerintah saat itu langsung membuat rencana strategis pengembangan mobil listrik nasional atau Molina.

Luhut menegaskan, Indonesia sangat mampu untuk memproduksi mobil listrik. ’’Indonesia isinya orang-orang pintar kabeh. Tinggal ada kesempatan atau enggak,” ujarnya.

Dalam kunjungan kemarin, Luhut dan Dahlan juga berdiskusi tentang kondisi ekonomi nasional. Pengembangan sejumlah wilayah di Indonesia menjadi fokus Luhut. Salah satunya adalah Kalimantan Utara dan Pulau Bali.

roda2blog di sosial media

2 Komentar

Tinggalkan Balasan