Honda Siap Produksi Motor Listrik Tapi Masih Menunggu Regulasi Limbah Baterei

PT Astra Honda Motor (AHM) mengklaim siap memproduksi massal sepeda motor listriknya. Hal ini dilakukan agar tidak tertinggal dengan pabrikan motor lainnya. Sebagaimana diketahui, saat ini Viar Q1 menjadi motor listrik pertama yang legal road.

“Line produksi (motor listrik) sudah kami siapkan, karena kalau tidak kami bisa ketinggalan,” beber David Budiono, Production, Engineering and Procurement Director AHM,di Jakarta Utara (28/7).

Kendati mengaku siap ‘tinggal landas’ memproduksi motor listrik, Budiono menegaskan masih terus mengembangkan teknologi motor listrik yang bakal dipasarkannya.

Pekan kemarin di Jepang, Honda baru saja meluncurkan “trial” motor listrik bareng Yamaha. Nah apakah motor listrik Honda di Indonesia juga akan menggandeng Yamaha? entahlah.

Baca Juga:   Honda Supra X Nyungsep Ke Dalam Nissan

Meskipun pabrik sudah siap namun Honda juga menanti soal kajian soal pengolahan limbah baterai motor listrik di Indonesia dan seperti apa kebijakan dari pemerintah.

“Karena selain teknologi penggeraknya, perlu juga dipikirkan bagaimana mengolah limbah baterai yang dihasilkan motor listrik tersebut. Jadi kami harus benar-benar mempersiapkannya,” lanjut pria ramah ini.

Sekadar informasi, pada akhir 2016 lalu, AHM melakukan kerjasama dengan Kementerian Perhubungan dan Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia menguji prototipe motor listrik buatannya bernama EV-Neo.

Dengan kapasitas setara motor konvensional 50 cc, EV-Neo memiliki jarak tempuh hingga 34 km dengan estimasi waktu pengisian baterai selama 3,5 jam, atau cukup setengah jam menggunakan metode quick charge.

Baca Juga:   2013: Manchester United era Robin van Persie

Setelah melakukan program Uji Coba Perilaku Berkendara Motor Listrik bersama Kemenhub dan UI tersebut, belum ada kabar lanjutan mengenai perkembangan EV-Neo.

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan