Penjualan Turun, Pabrik Honda AHM Kurangi Jam Kerja

Walau banyak pengamat ekonomi mengatakan bahwa kondisi ekonomi makro Indonesia sedang dalam pertumbuhan, namun faktanya situasi dan kondisi ekonomi mikro Indonesia sedang lesu. Bahasa mudahnya, Ekonomi Makro adalah teori di atas kertas dengan mikro adalah situasi kondisi di pasar dan lapangan.

Salah satu yang merasakan lesunya ekonomi adalah turunya penjualan sepeda motor. Meski aturan DP 30% telah dicabut diawal tahun, namun tetap tak bisa menolong. Daya beli masyarakat sedang pingsan.

Dari data distribusi Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), secara total mengalami penurunan 8,85 persen.

Kondisi tersebut tentu berefek pada kegiatan produksi yang volumenya kemungkinan bakal dikurangi, atau menyesuaikan pasar. Produsen sepeda motor Astra Honda Motor (AHM) misalnya, walaupun mengatakan belum merevisi target produksi, tapi mereka mengaku sudah mengurangi  jam kerja.

Baca Juga:   Truk Pengangkut Suzuki GSX R150 Ditabrak Truk Cabe Cabean

“Memang saat ini pasar sepeda motor sedang turun, di mana pabrik kami kalau dari jam kerja ada pengurangan. Jadi begini saja, kalau dahulu tiga shift tapi sekarang menjadi dua shift, dan jika sebelumnya dalam satu bulan ada lima kali overtime, tapi sekarang hanya dua kali, menyesuaikan saja,“ ujar David Budiono, Production, Engineering, and Procurement Director AHM seperti dilansir KompasOtomotif, Kamis (28/7/2017).

Katika ditanyakan, apakah penyesuaian juga dilakukan dengan mengurangi karyawan, David menampiknya. Dirinya menyebutkan kalau pekerja yang dimiliki adalah aset, bahkan yang statusnya kontrak.

“Soal pengurangan, itu tidak boleh, kami menyebut karyawan kami itu aset. Bahkan kalau karyawan kontrak sering diganti, maka bisa mengurangi kualitasnya,” ujar David.

Baca Juga:   Warung Ayu Waduk Bendo Ponorogo. Sebuah Sedan Kecemplung Sawah

Saat ini, total karyawan yang dimiliki mencapai 23.500 orang, dengan komposisi karyawan kontraknya sekitar 30 persen sampai 40 persen. AHM memiliki lima pabrik, yang berlokasi di Sunter, Pegangsaan, dan Cikarang, di mana keempat dan kelima berdiri bersandingan, di Kawasan Industri Indotaisei, Kota Bukit Indah, Karawang, Jawa Barat.

roda2blog di sosial media

3 Komentar

Tinggalkan Balasan