Jatuh Dari Panjat Pinang, Seorang Warga Bandung Tewas

Di kampung mimin, tahun ini lomba panjat pinang ditiadakan karena minim peserta. Alasan warga simpel, hadiahnya tidak sebanding dengan rasa pegel-linu setelah panjat pinang. Apalagi kalau sampai keseleo sampai patah tulang? bisa konyol mbroo.

Memang sih panjat pinang adalah tradisi, tapi kalau penuh resiko kenapa gak diganti aja?

Di Bandung, seorang warga tewas setelah terjatuh dari lomba warisan penjajah ini.

Dalam sejarahnya, panjat pinang adalah tontonan penjajah era Belanda. Mereka memanfaatkan kemiskinan dan kelaparan rakyat untuk dijadikan hiburan.

Meneer Belanda menggantung berbagai bahan makanan di atas pohon pinang lalu menyuruh rakyat yang kelaparan untuk mengambilnya. Rakyat pun berlomba mengambil bahan makanan tersebut untuk bertahan hidup. Tak peduli pada yang lain, injak kanan dan injak kiri demi menyambung hidup.

Penjajah Belanda tertawa melihatnya.

Berikut berita tentang korban panjat pinang dari PRFM.

Perayaan kemerdekaan di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, menelan korban. Icim alias Icin tewas setelah terjatuh, menyusul patahnya batang pinang yang dia panjat.

“Korban meninggal dunia setelah mengikuti perlombaan panjat pinang,” ujar Kasubag Humas Polrestabes Bandung Reny Marthaliana, Kamis (17/8).

Dia menuturkan, Icim merupakan salah seorang peserta perlombaan panjat pinang yang digelar di lapang voli Jalan Merkuri Utara, Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, sekitar pukul 16.30 WIB. Dalam perlombaan ini, peserta diharuskan memanjat batang pinang yang licin. Berbagai jenis hadiah untuk peserta disimpan di bagian atas pinang.

Ketika itu, Icim termasuk peserta yang berhasil naik hingga ke puncak untuk mengambil hadiah. Namun tidak diduga, batang pohon pinang yang dipanjat tiba-tiba patah. Akibatnya, dia jatuh dari ketinggian sekitar tujuh meter dan mengalami luka di bagian leher. Nyawanya tidak terselamatkan meski sudah ada upaya memberikan pertolongan dengan membawa ke Rumah Sakit. “Korban mengalami patah leher, kemudian dibawa ke RS Al Islam,” katanya.

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga menolak autopsi. “Mereka tahu itu murni kecelakaan. Saat ini jenazah sudah dibawa keluarga ke Majalengka untuk dimakamkan,” kata Reny.

Baca Juga:   ONE HEART pergi ke MOTO GP

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan