Nunggak Bayar Motor Kreditan, PNS Ngawi Dipenjara 7 Bulan

Seorang oknum PNS Pemkab Ngawi dijebloskan oleh FIF Ngawi ke dalam penjara karena kasus kredit motor macet. Ini bisa menjadi perhatian buat debitur motor kredit, bahwa sekarang ancamanya bukan hanya penyitaan sepeda motor tapi juga bisa masuk penjara jika telat atau gagal membayar.

Dalam vonis di persidangan PN Ngawi, Jarot Eko Ratno PNS Pemkab Ngawi divonis kurungan 7 bulan penjara karena terbukti bersalah dalam perjanjian kredit dengan PT. FIF cabang Ngawi. Vonis dibacakan pada Senin 18/09/2017

.Kronologi kasus ini, Jarot Eko mengambil motor baru Honda Vario pada Mei 2016 dengan dibantu kredit oleh PT. FIF Ngawi dengan cicilan 36 bulan. Pada 3 bulan pertama, pembayaranya lancar, lha kok setelahnya nunggak krediten.

Baca Juga:   Honda PCX Electric, Jadi Motor Listrik Premium Pertama Di Indonesia

FIF sudah melayangkan lima peringantan, dua kali teguran dan tiga kali somasi, namun Si Jarot mengabaikanya. Walhasil kasus ini pun dimasukin ke pengadilan Negeri.

Dalam persidangan terkuak jika ternyata motor kreditan sudah dijual Djarot ke Ar, seorang warga Madiun. Oleh Ar, motor tersebut lalu dijual lagi ke orang lain, walhasil sampai sekarang tidak ketahuan dimana motor tersebut berada.

Vonis 5 bulan penjara sebenarnya lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang menginginkan 7 bulan penjara.

Menurut pak Jaksa, ada 4 pasal yang dilanggar oleh Jarot. Pasal 35 dan 36 Undang-undang Fidusia. Lalu KUHP pasal 372 tentang penggelapan dan pasal 378 tentang penipuan.

Baca Juga:   Yamaha R15 2017 Mesin Baru Dengan Piston A-Simetrycal¬†

Nah sob, sekarang hati-hati klo mau ambil motor kreditan. ya.

Sumber: jawapos radar ngawi.

roda2blog di sosial media

1 Komentar

Tinggalkan Balasan