Jeritan Hati Karna Yamaha

Dalam epos Mahabarata, sosok yang paling menyita perhatian adalah Karna Putra Dewa Surya. Buktinya, tak ada satu pun kuil di India sana yang memuja Yudhistira pemimpin Pandawa, namun ada 11 kuil besar yang memuja Karna.
Di Indonesia sosok Karno juga dipuja terutama melekat pada jiwa sang proklamator Sukarno. Yang namanya diilhami dari tokoh Karna. 

Salah satu monumen yang paling artistik adalah patung pertarungan Karna melawan Gatotkaca di depan bandara Ngurah rai.

Terus apa hubunganya dengan Yamaha?

Dalam Perang besar Bharata Yudha setiap tokoh terikat dengan sumpah janji masing-masing peran, tidak ada demokrasi atau pemungutan suara. Semua harus menjalankan peranya masing-masing, gak peduli benar atau salah, kalah atau menang, laku atau tidak produk yang digelontorkan ke diler.

Baca Juga:   F5 Tiger ... Si Pesawat Setan!

Raja Salya, Bhisma, Guru Dorna dan Karna adalah sosok yang berperilaku benar, tahu apa yang salah di pihak Yamaha eh Kurawa namun mereka tidak berani membantah pada Duryodona. Sekedar memberi masukan pun juga percuma, karena itu wewenanganya paman Sengkuni yang dipercaya Duryudona.

Mereka menyerah pada takdir, karena memang beginilah mekanisme jalanya perusahaan eh hidup. Lahir dan mati itu takdir Tuhan, produksi lalu dijual sesuai prosedur menurut manajemen. 

“Sedangkan kita cuma mengikuti aja garis takdir proses delivernya,” kata seorang diler.

Senjata terampuh milik Karna adalah Konta Jaya. Karna terpaksa menggunakanya untuk mengalahkan Gatotkaca, padahal senjata ini sudah disiapkan untuk membunuh Arjuna. Karna akhirnya kalah karena kehabisan senjata saat melawan Arjuna.

Baca Juga:   Bila Masuk Ke Indonesia Pun, Harga Jual MT15 Tetap Diatas R15

Persis situasi diler-diler Yamaha. Andai saja suplai Nmax itu lancar, itu sudah cukup untuk menjadi senjata menggempur pasar meningkatkan ke-pede-an diler. Namun apa daya, setiap order satu Nmax harus dibarengi dengan produk-produk yang kurang laris bahkan kadang mampet di diler.

Ketika nanti Pandawa eh Honda menurunkan punggawa berupa Matik 150cc seganteng Arjuna … bisa-bisa diler Yamaha sudah kehabisan tenaga untuk promosi yang berujung penutupan diler, karena modal ngendon jadi motor yang kurang laris.

Jika itu terjadi, perang Bharata Yudha bubar dan pasaran motor dikuasai merek Honda. 

Semoga tidak demikian.

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan