Polisi Izinkan Debt Collector Menyita Motor Nasabah Yang Nunggak Cicilan

Berita ini bisa menjadi kabar gembira bagi yang berprofesi Debt Collector, bahwa sekarang mereka berhak melakukan penyitaan kendaraan bermotor asalkan membawa surat bukti fidusia ketika beraksi.
Adalah Sub Direktorat Kendaraan Bermotor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang memberi kabar gembira tersebut. Bahwa Polisi akan mengizinkan tindakan penarikan kendaraan bermotor yang pemiliknya terbukti menunggak cicilan.

AKBP Antonius Agus Rahmanto, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Kepolisian Daerah Metro Jaya itu mengemukakan, bahwa hal itu sesuai dengan implementasi pelaksanaan dari UU no 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

Namun saat ini masih banyak pihak yang belum memahami hal ini, termasuk pihak kepolisian sendiri.

“Banyak yang belum memahami Undang-Undang ini bahkan pihak kepolisian sendiri sebagai penyidik,” kata AKBP Antonius Agus Rahmanto, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Senin (20/11/2017) seperti dilansir wartakota

Baca Juga:   Salah Satu Syarat Dapat Keringanan Cicilan, Harus Positif Corona

Hal itu ia sampakan dalam acara optimalisasi pelaksanaan UU No 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia guna meningkatkan pemahaman masyarakat serta pelaku usaha pembiayaan dalam rangka terwujudnya ketertiban masyarakat dan kepatuhan hukum.

Pada acara tersebut disampaikan informasi terbitnya beberapa kesepakatan dengan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

“Nantinya diatur, bahwa kendaraan yang masih dalam masa kredit di perusahaan pembiayaan atau leasing, apabila (pemiliknya) terlambat membayar sesuai kesepakatan, (maka) dapat dieksekusi apabila dilengkapi sertifikat Fidusia,” kata Agus.

Saat proses penyitaan, pihak Debt Collector dari leasing harus membawa sertifikat fidusia dan menunjukkan pada nasabah yang menunggak. 

“Namun jika Debt Collector tidak bisa menunjukkan Sertifikat Fidusia, jangan (Anda) serahkan kendaraan Anda,” kata Agus.

Baca Juga:   Bela Kanjeng Dimas, Marwah Daud Ibrahim Somasi Presiden dan Kapolri

“Jika tetap memaksa, bisa mengajaknya ke kantor polisi terdekat agar bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya lagi

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan