Pelaku Even Trail Mesum di Bali Akhirnya Diciduk Polisi

Video even trail yang menampilkan jogedan erotis dari pesertanya di Bali akhirnya diciduk oleh aparat Polres Buleleng. Adalah tiga ormas Hindu yang melaporkan video tersebut ke Polisi, yaitu: Yayasan Jaringan Hindu Nusantara, Cakrawayu Bali dan Kawula Nindihan Bali.
Ketua Yayasan Jaringan Hindu Nusantara, Kantha Adnyana, mengatakan: “Malu saya sebagai orang Bali atas ulah itu, merusak budaya kita yang adi luhung, kalau bukan kita yang menghargai siapa lagi. Jadi saya terpaksa harus melaporkan kasus ini bareng teman-teman.”

Polisi bergerak cepat menangani kasus pementasan tarian Joged Bumbung ditingkahi aksi porno yang terjadi di lapangan Desa Les, Tejakula, Buleleng, Minggu (19/11/2017) lalu seperti dilansir warta media baliterkini.id

Penyidik Satuan Reskrim Polres Buleleng sudah memeriksa dan mengintrogasi sejumlah orang yang mengetahui dan terlibat dalam pementasan joged tersebut, mulai dari Ketua Panitia Penyelenggara Event Trail Adventure, penari joged, saksi, Perbekel Desa Les hingga penari laki-laki (pengibing) joged bumbung.

Baca Juga:   Presiden Jokowi Resmikan Tol Pejagan - Brebes Timur

Tak hanya peserta trail, perekam dan pengunggah video juga diturut diperiksa dan diintrogasi di Polres Buleleng, Jumat (24/11). Video tersebut juga sudah dihapus oleh pengunggah aslinya, Wan Arta, namun kopianya sudah terlanjur menyebar ke berbagai media.

Dihadapan penyidik, Gede Adi Wistara (30) selaku Ketua Panitia mengatakan, pihaknya menggelar Event Trail Adventure Bulldog Reborn “Charity Ride” dalam rangka penggalian dana untuk korban erupsi Gunung Agung. Kegiatan ini diikuti oleh club motor trail se-Bali dan diisi dengan hiburan karaoke dangdut.

Gede Adi Wistara juga mengaku kalau pihak panitia sempat menghubungi Nyoman Madra via telepon untuk mencarikan tarian joged dengan ongkos per orang 300 ribu. Pementasan empat penari Joged Bumbung merupakan acara penutup dari kegiatan itu.

Baca Juga:   LAUT KITA ... JALAN PENGHUBUNG YG KITA LUPAKAN

“Awalnya menari biasa saja namun dari pihak penari laki (pengibing) panas dan tarian tersebut beralih ke pornografi. Kami (pihak panitia) tidak mengetahui bahwa tarian joged tersebut mengandung unsur pornografi. Hingga tarian tersebut viral di media sosial, kami juga tidak tahu dan tidak kenal siapa yang merekam dan mengunggah video tersebut,” ucap Ketua Panitia Penyelenggara Event Trail Adventure.

Sementara Ni Komang Suantari (18) yang saat itu sebagai penari joged mengungkapkan, pada saat sedang menari joged di depan panggung suasana biasa saja. Namun setelah pengibing panas dan bereaksi dengan goyang seronok. “Kami sebagai penari joged mengikuti pengibing dan saat itu pinggang dipegang oleh pengibing”

Semoga saja ini menjadi pembelanjaran buat EO even trail lainya. Hobi motor enggak harus disuguhi goyangan kotor.

roda2blog di sosial media

Tinggalkan Balasan