Cantiknya Jalan Tol Madiun-Ngawi Yang Segera Dibuka 

Jalan tol Madiun-Ngawi siap diresmikan bulan depan, Februari 2018. Ruas jalan tol antara Wilangan, Madiun sampai Klithik, Ngawi ini progres pengerjaannya sudah mencapai 98% dan tinggal melengkapi detil-detil peralatan untuk siap siap dilewati pelintas antarkota.
Manajer SDM dan Umum PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ), pengusahaan jalan tol Ngawi Kertosono ruas Wilangan (Madiun)-Klithik (Ngawi), Muhammad Ridwan mengatakan, saat ini pengerjaan proyek yang hanya sekitar 30 menit dari Kota Madiun ini sudah mencapai finalisasi.

“Kita tinggal menambah rambu-rambu dan pemasangan perangkat elektronik untuk transaksional. Saat ini semua sudah siap. Kita menunggu jadwal untuk peresmian saja yang katanya Februari besok ya. Tentunya nanti juga akan ada besaran tarifnya dan itu kita belum tahu, masih dibahas oleh Jasa Marga di (pemerintah) pusat,” ungkap Muhammad Ridwan, Senin (15/1/2018) seperti dilansir madiuntoday.id

Dikatakan Ridwan, kalau pun belum ada tarif saat peresmian, pihaknya sementara akan menggratiskan pemakai jalan tol. Sedangkan bila telah beroperasi resmi dan besaran tarif telah muncul, pembayaran tol akan dilaksanakan dengan uang elektronik atau e-money. Hal ini merupakan aturan yang sudah termaktub di dalam undang-undang.
Ridwan yakin pada musim Angkutan Lebaran 2018 sekitar Mei dan Juni mendatang, para pemudik sudah bisa memanfaatkan jalan tol ruang Wilangan-Dumpil ini. Kebaradaan tol diyakini bisa mengurangi kepadatan arus lalu-lintas di kawasan Madiun sampai Ngawi secara signifikan. Harapannya, kemacetan yang ada akan terurai dan menjadi lancar meski banyak warga yang pulang ke Madiun dan sekitarnya atau nantinya balik ke daerah perantauannya.

Baca Juga:   Pendaftaran Mudik dan Balik Bareng Honda Mulai Dibuka AHM

Bukanya nyinyir ya sob, bila hanya rute Madiun-Solo, warga Kota dan Kabupaten Madiun tentunya akan milih jalur tembus Sarangan-Cemoro Sewu dibandingkan jalan tol. Dibandingkan rute Jalan tol, jalur tembus tersebut lebih dekat, gratis dan bonusnya pemandangan yang elok. Jalan tol selain lebih jauh juga lebih mahal diongkos bbm dan mahal.

Masalah yang kedua adalah soal ekonomi Kota Caruban, Ibukota Kabupaten Madiun. Selama ini terkenal sebagai kota transit yang menghubungkan wilayah Ngawi langsung ke Nganjuk. Jika Tol ini beroperasi, Caruban bisa bernasib seperti Radiator Spring Rute 66 seperti dalam film Cars.

Contoh paling nyata adalah seperti nasib perekonomian Kota Brebes yang banyak gulung tikar setelah Tol Cipali-Brebes beroperasi. Kota Mejayan atau Kota Caruban harus bersiap-siap mati suri. Karena sopir jurusan Jawa Tengah ke Jawa Timur tidak akan mampir lagi ke Caruban.

Beda kasus dengan wilayah Kota Madiun. Kota ini sudah menjadi jujukan bisnis dan wisata belanja bagi daerah sekitarnya seperti Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan sampai Nganjuk.
Keberadaan tol ini malah menguntungkan bagi arus masuk barang ke Kota Madiun yang lebih cepat dan murah (meskipun tolnya mbayar tapi ditebus efisiensi waktu/hari). Hal ini akan menjadikan harga barang di kota Madiun lebih murah lagi dan tetap menjadi jujukan wisata belanja bagi warga plat AE.

Baca Juga:   Pilihan BUSI NEW MEGAPRO untuk KECEPATAN MAKSI

Yang menarik adalah dampak Jalan Tol ini bagi pariwisata di Magetan. Pesona Telaga Sarangan, Ujung Kulon, Mojosemi, Cemoro Sewu dll. Jika dioptimalkan bisa menarik wisatawan dari wilayah timur Jatim yang mungkin sudah bosan dengan hawa dingin daerah Batu-Malang.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan