Di Malaysia, Pakai Knalpot Brongg Bisa Didenda Ratusan Juta dan Penjara 5 Tahun

gambar: motomalaya.net

Masalah knalpot bising ternyata juga dihadapi oleh negeri jiran, Malaysia. Di negera Melayu itu, bahkan Polisi sedang merancang hukuman berat bagi pelaku pencemaran suara.

Operasi besar-besaran akan digelar. Permasalah knalpot ini sendiri mengemuka di publik setelah Raja Johor, Sultan Ibrahim Sultan Iskandar menumpahkan kekesalanya pada pers terkait balapan liar di dekat Rumah Sakit Sultanah Aminah di dekat jalan itu, kerap menderita sepanjang malam tak bisa tidur karena suara nyaring dari knalpot

Posisi Raja sendiri di negara bagian (provinsi) sebenarnya hanya simbol budaya Melayu saja namun cukup disegani. Karenanya permintaanya langsung dituruti oleh pihak pemerintah Malaysia.

Pemerintah Malaysia akan menerapkan peraturan bagi para pengendara yang menggunakan knalpot racing ini dengan ancaman sebagai berikut ini:

– Pemilik motosikal dengan ekzos yang lantang mungkin akan dikenakan denda RM100,000 atau penjara selama lima tahun sekiranya didapati bersalah di bawah Akta Alam Sekitar.
– Polis DiRaja Malaysia (PDRM) merancang untuk bekerjasama dengan Kementerian Sumber Asli dan Alam Sekitar –
– dalam sebagai salah satu cara menangani masalah mat rempit.
Sebarang pengubahsuaian ekzos melebihi had 75dB (desibel) dianggap sebagai ‘pencemaran bunyi’

Gimana sob, sadis banget to?
Pokoknya pengedara sepeda motor yang suara knalpotnya melebihi angka maksimal 75db, maka akan dikenakan sanksi denda sebesar RM100.000 atau sekitar Rp352 juta. Atau penjara selama maksimal 5 tahun. Bahkan bisa dikenakan sanksi kedua-duanya.

Baca Juga:   Gak jual lagi Bajaj Pulsar, Kawasaki Siap Memasarkan Produk Motor Matik Kymco

Pihak kepolisian juga akan melibatkan departemen kementrian terkait. Karena selain suara, knalpot bising juga dituding mencemari udara.

Operasi membasmi knalpot bising ini diberi nama Op Samseng Jalanan, pihak berwenang akan memeriksa knalpot modifikasi, baik itu sepeda motor maupun mobil. Terutama knalpot yang dibobok sehingga mengeluarkan suara yang keras.

Untuk memberantas knalpot bising ini juga, pihak kepolisian Malaysia akan menerjunkan tim teknis dari kementerian. Mereka akan melakukan tes langsung. Upaya pemberantasan knalpot bising di Malaysia itu mengacu pada Pasal 23 Undang-Undang Mutu Lingkungan 1974.

“Sementara sepeda motor modifikasi yang disita biasanya dikembalikan ke keluarga pelanggar. Kami biasanya menyarankan anggota keluarga pelaku untuk mengembalikan sepeda ke spesifikasi aslinya,” ujar Mustafa.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan