Satu Kru Bus Restu Ini Ternyata Copet Semua

Mantab sekali kru bus Restu jurusan Jember-Banyuwangi ini. Mulai dari Sopir, Kernet sampai Kondektur ternyata bersongkokol melakukan aksi copet ke penumpangnya. Parahnya lagi, si sopir punya senjata api rakitan.

Para pelaku sindikat pencopet di bus Restu tersebut berhasil dibongkar aparat polisi Polres Jember.

Para tersangka yang diamankan bernama: M. Hafid Sunny (20) kondektur asal Kelurahan Sidotopo Wetan Kenjeran Surabaya, M. Zaenal Abidin (20) Kernet asal Dusun Paitonan Gambirono Bangsalsari dan Heru Susanto (35) Sopir asal Dusun Dukuh Sia Rambigundam Rambipuji Jember, bahkan saat dilakukan penangkapan, di dasbord bus polisi menemukan senjata api rakitan milik pelaku Heru Susanto.

“Anggota kami melakukan penangkapan terhadap kru bus yang terdiri dari sopir, kondektur dan kernet, dimana kondektur bus berperan sebagai penghadang korban, dan kernet berperan sebagai ekskutor yang selanjutnya diserahkan ke sopir bus, dan terungkapnya pelaku ini setelah ada penumpang tujuan Banyuwangi yang kehilangan HP saat turun dari Bus tersebut di Terminal Tawangalun,” ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo, saat press release, Selasa (27/3).

Baca Juga:   IMHO: Pilih Prabowo atau Jokowi, Tetap Hashim dalangnya

Kapolres AKBP Kusworo menambahkan, dari pemeriksaan sementara, pelaku melakukan aksi pencopetan dengan alasan untuk mengejar setoran. Namun hal ini masih akan dikembangkan lagi dengan memanggil pihak perusahaan tempat pelaku bekerja.

“Soal pengakuan pelaku, kami tidak bisa mengambil kesimpulan, namun kami akan melakukan pemanggilan terhadap perusahaan tempat pelaku bekerja untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat dengan pasal 363 yaitu pencurian dan pemberatan. Namun untuk pelaku Heru Susanto, polisi akan menambahkan pasal berlapis yaitu UU no. 12 tahun 1952 tentang tindak pidana penyalahgunaan senjata api.

“Semua pelaku akan kami jerat dengan pasal 363, namun khusus untuk sopir bus yang berinisial HS akan kami tambahkan pasal berlapis yaitu UU Darurat no. 12 tahun 1952 tentang kepemilikan senjata api,” tandasnya. (sumber: suaraindonesia-news.com)

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan