Hukum Mengusir Bikers Yang Numpang Tidur Di Masjid

Dalam hukum Islam, hukumnya wajib untuk menjamu dan memuliakan orang yang sedang musafir atau orang bepergian atau sedang dalam perjalanan. Dalam fiqih mereka digolongkan ke dalam Ibnu Sabiil (si anak jalan).

Sangking istimewanya, mereka ini masuk ke dalam 8 golongan yang berhak mendapat zakat. Bersama golongan Fakir, Miskin, Riqab, Gharim, Muallaf, Fii Sabillilah, Ibnu Sabil dan Amiil Zakat.

Para bikers yang sedang turing juga termasuk dalam golongan Ibnu Sabiil mereka sebenarnya pun patut untuk dimuliakan sebagai tamu jika masuk ke masjid. Juga berhak untuk numpang tidur di masjid.

Masalahnya, kebanyakan masjid di Indonesia justru pasang mata penuh curiga jika ada orang asing atau musafir yang numpang sholat apalagi numpang tidur.

Fungsi masjid seakan hanya untuk sholat 5 waktu saja bagi warga yang ikut iuran membangun masjid. Yang kagak ikut iuran … kagak usah.

Yang lebih parah lagi, adalah larangan tidur di masjid. Lalu buat apa masjid dibangun megah klo orang dilarang tidur di dalamnya? Larangan itu jelas telah melawan fungsi masjid sebagai tempat menginap.

Pada zaman Nabi, banyak sahabat Nabi yang masih muda bujang tidurnya di masjid, klo sudah menikah baru mereka pindah tidur ke rumah. Contohnya adalah Ibnu Umar

أَنَّهُ كَانَ يَنَامُ وَهُوَ شَابٌّ أَعْزَبُ لاَ أَهْلَ لَهُ فِي مَسْجِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma ketika masih muda, bujangan, dan belum berkeluarga, beliau tidur di masjid Nabawi. (HR. Bukhari 440)

Di masjid Nabawi sendiri ada ahlus suffah yaitu sahabat yang datang dari luar madinah, dan mereka tidak memiliki tempat tinggal di Madinah. Mereka tinggal di dalam masjid. Jumlah mereka bisa mencapai 70 orang. Kadang kurang karena balik ke daerahnya, atau tambah.

Jadi, masjid sebagai tempat menginap itu sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad. Maka klo ada bikers yang dalam perjalanan kok numpang tidur di masjid maka ya jangan ditolak atau dilarang karena itu bagian dari sunnah nabi dan atsaru sahabat.

Para ulama salaf seperti Imam Syafii juga sangat suka berkelana (turing) tentunya bukan bergaya selfie tapi berdakwah dan menuntut ilmu. Lahir di Palestina, beliau berkelana ke Mekah, Madinah, Yaman, Irak dan wafat di Mesir.

Imam Bukhari, untuk mendokumentasikan hadist-hadis Nabi, beliau berkelana dari Uzbekistan ke Mekah, Madinah, Bashrah, Kufah, Baghdad, Mesir, Yaman, Palestina.

Dimanakah beliau menginap dalam perjalananya? tentu saja di masjid.

Nah buat para bikers yang mau menginap di masjid, tentunya juga harus tahu adab-adab tidur di dalam masjid. Jangan asal ngrebahin badan aja.

Adab tidur di dalam masjid:

1. Niat untuk iktikaf.

2. Harus pakai alas tidur, walaupun ada karpet masjid, tetap harus pakai alas milik sendiri. Bisa sarung atau sleeping bag atau karpet.

3. Kepala searah kiblat.

4. Jangan tidur tengkurap.

5. Minta izin sama takmir masjid klo ada.

6. Bangun sebelum adzan sholat.

7. Ikut sholat berjamaah.

8. Membersihkan tempat yang ditiduri

Masjid yang banyak orang tidur di dalamnya, lebih mulia daripada masjid yang dikunci setelah sholat 5 waktu. Karena amalan di masjid bukan hanya sholat 5 waktu, tapi ada juga iktikaaf.

roda2blog di sosial media

3 Komentar

  1. Berat ilmunya, klw sekarang dah kaya istana raja buat pamer …. lbh enak zaman dulu – ramah tamah penduduknya ….kata orang ……di dki mesjid banyak bak istana, dikunci jg ….. malah tamu ditolak 😂 mesjid di lingk sekolahsih

Tinggalkan Balasan