F1 Diusir Dari Malaysia, Indonesia Siap Menampung

Ceritanya, Sirkuit Sepang, Malaysia, memutuskan tidak akan menggelar lagi balapan mobil F1 karena dianggap kurang menguntungkan dari sisi penyelenggara.

Sebagai perbandingan, gelaran MotoGp di Sepang bisa menjual tiket sampai 166.000 lembar, namun balapan mobil F1 cuma bisa menjual 44.000 lembar tiket aja. Wajar kan jika pihak Sepang Malaysia gak lagi memperpanjang kontrak F1 nya.

Di ASEAN sendiri, selain Malaysia juga ada Singapura. Namun di negeri singa itu animo penonton F1 tetap tinggi karena menggunakan sirkuit jalan raya. Nonton dari kamar hotel juga bisa.

Nah, mumpung F1 lagi galau diusir dari Malaysia. Pihak Indonesia berencana untuk siap menampung balapan jet darat itu guna meningkatkan citra sebagai negara tujuan sport tourism.

Baca Juga:   Profil Lengkap Jack Miller Suksesor Casey Stoner

Erick Thohir, Ketua Komite Olimpiade Indonesia dan kandidat anggota International Olympic Committe (IOC) dalam rangka nominasi Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 mengatakan, sayang jika Sirkuit Mandalika hanya untuk balapan motor saja.

“Kita melihat kesempatan ini tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi bagaimana kita kaitkan dengan investasi ke depan, investasi pariwisata. Kita tahu Indonesia tidak hanya menjajaki halal tourism, tapi juga menjajaki menjadi negara yang tidak kalah bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia dalam menjual sport tourismataupun kebudayaan,” kata Erick.

Menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi untuk meningkatkan country branding Indonesia, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) akan segera melakukan pembicaraan dengan pemilik lisensi Formula 1, Liberty Media.

Baca Juga:   Astra Motor Yogyakarta Siapkan Dua Posko Bale Santai Honda Untuk Pemudik

Yaa semoga aja bisa deal. Karena di F1 sendiri sudah ada lima sirkuit jalan raya, yaitu; Sirkuit Monaco, Sirkuit Baku di Azerbaijan, Marina Bay di Singapura, dan Albert Park di Australia (semi street circuit).

Mandalika sendiri konsepnya nanti juga sirkuit jalan raya.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan