5 Tips Merawat Motor Injeksi Biar Hemat

Jaman sekarang motor baru pasti memakai sistem pembakaran injeksi. Pada sistem ini, bahan bakar akan dipompa oleh fuel pump lalu disemprotkan ke ruang pembakaran. Beda dengan motor jaman Karburator, dimana BBM di tangki mengalir ke ruang pembakaran berdasarkan tarikan kabel gas.

Karena sistem ini tergolong baru, banyak yang ketakutan atau ditakuti bahwa perawatanya ribet atau harus gini gitu.

Berikut ini 4 tips merawat motor injeksi yang murah meriah dan awet.

1. Jangan Sembarangan Beli BBM Eceran.

Saat ini pembelian BBM eceran dari SPBU hanya boleh pakai jerigen berbahan metal/besi bukan lagi plastik. Boleh percaya atau tidak, dalam setiap jerigen berbahan besi selalu ada “blendeg”.

Okelah jika anda beli di tempat eceran BBM yang pakai botol, tapi jika anda beli di pertamini bisa bisa blendeg di tempat penyimpanan ke sedot dialirkan ke tangki motor anda.

2. Lebih baik sering ganti Oli.
Lebih baik pakai oli yang murah harganya tapi sering diganti (maksimal 3.000km) daripada pakai oli mahal tapi gantinya tiap 10.000KM.

Baca Juga:   Demi Hape Android, Maling Rela Kehilangan Yamaha Mio

3. Selalu perhatikan Kondisi Aki
Motor dengan teknologi injeksi sangat bergantung pada kondisi aki untuk menghidupkan mesin pada sistem pembakaran. Pada beberapa tipe motor, sudah ada indikator tegangan aki. Jika aki sudah berada diangka 11 volt segera aja bawa ke bengkel aki untuk dices, biaya paling 10ribuan, jika dibawa ke bengkel resmi pasti disuruh ganti baru harga bisa kena 200ribuan.

4. Saat krusial motor pada tiap kelipatan 30.000 kilometer.

Pada kilometer ini, beberapa part penggerak seperti Ban, Van Belt, Roller biasanya sudah minta ganti. Dan jangan ditunda daripada mogok di jalan saat digunakan.

5. Jangan terlalu percaya sama iklan di Bengkel Resmi
Jika main ke bengkel resmi, pasti banyak iklan yang mengharuskan bahwa ganti oli harus tiap sekian ribu, ganti ban sekian ribu dan ganti ini itu tiap sekian kilometer.

Baca Juga:   Kasus Money Game: Bebas dari LP Bengkulu, Bowo Jenggot ditangkap lagi di Wonosobo. Bagaimana kabar VSI?

Yup, itu adalah trik marketing agar anda membeli spare part bukan agar motor anda sehat.

Kesehatan motor tergantung pada perawatan anda sebagai pengguna.

roda2blog di sosial media

2 Komentar

  1. Tips yang no: 2 dan no:5 kontradiktif mas…kalau sering ganti oli kan jadi boros sama seperti yang di inginkan oleh no.5 (beres). Menurut hasil tes oleh lembaga independen yang ngetes kondisi oli di AS ganti oli sekian km itu hoax dari beres supaya bisa jualan service dan oli yang mana di negara maju memang repot kalau mau diganti sendiri karena masalah buang limbah oli bekasnya. Di video itu dibilang kalau mau ganti oli lihat indikator ganti oli apakah sudah nyala atau belum (tidak semua kendaraan punya) tapi normalnya ganti oli setahun itu maksimal 2 kali aja, kecuali ada kondisi khusus seperti kerendam banjir atau ada yg bocor. Kalau normal2 aja ya ganti oli 6 bulan sekali itu sudah wajar. Di video di tes tuh vikositas dan kemampuan oli yang dikeluarkan dari kendaraan walau warnanya sudah hitam kaya limbah kemampuan pelumasannya masih baik, warna gelap terjadi karena olinya kan kena panas. Memang kesannya sudah jelek kaya minyak bekas goreng tapi fungsinya masih sama aja.

Tinggalkan Balasan