Yamaha FreeGo Explore Pantai Watu Karung Pacitan, Serasa Di Bali

Akhir pekan kemarin mimin bersama beberapa rekan media dan blogger dikasih kesempatan sama Yamaha untuk mengeksplor motor matik Yamaha Freego, turing dari Madiun ke Pantai Watu Karung Pacitan, pantai dengan ombak terbaik untuk surfing.

Motor ini mendapatkan sebutan “The Amazing Matic” dari Yamaha. Dengan beberapa fitur baru di kelas matik. Salah satunya adalah ngisi bbm tak perlu turun dari motor, karena lubang tangki ada di bawah stang.

Yamaha FreeGo menawarkan desain modern dengan tetap memperhatikan kenyamanan berkendara. Motor ini memiliki body berdimensi panjang 1.905 mm, lebar 690 mm, dan tinggi 1.100 mm. Sedangkan untuk jarak antara sumbu roda depan sampai belakang mencapai 1.275 mm dan memiliki tinggi tempat duduk berukuran 778 mm.

Mesin yang dipakai Yamaha FreeGo sudah dilengkapi teknologi Blue Core yang mengoptimalkan mesin 125cc sehingga membuatnya lebih irit, bertanaga, dan handal.

Ukuran lingkar ban nya 12in dengan ban tapak lebar yang bikin nyaman melahap jalan meliak liuk pegunungan Pacitan.

Salah satu yang menyebabkan body motor ini cukup besar adalah memiliki bagasi yang sangat luas. Daya tampungnya mencapai 25 Liter sehingga lebih besar dibandingkan Yamaha NMAX. Untuk mendapatkan kapasitas sebesar itu, Yamaha terpaksa memindahkan tangki bensin ke bagian depan atau lebih tepatnya di bawah setir. Inovasi ini menjadikan pengisian bensin lebih praktis tanpa perlu membuka jok.

Baca Juga:   Mirip Perang Suriah, Setiap Jam 4 Nyawa Tewas Di Jalan Raya Indonesia

Performa di Jalan
Cruising speednya atau motor ini paling enak dibawa pada kecepatan 80KM/jam dengan jalan raya Kota Ponorogo – Slahung yang lurus mulus. Profil ban 12inchi yang besar dan lebar bikin handling stabil. Klo mau digaspoll lagi juga bisa, top speed yang saya dapet diangka 98KM/jam.

Handling
Jalur Slahung-Pacitan sangat pas buat nguji handling motor, meliuk-liuk khas jalanan pegunungan. Motor terasa nurut banget, geometri nya khas Yamaha banget yang emang terkenal paling enak buat mirang miring. Tangki di bawah pijakan juga sangat membantu karena Center Of Gravity-nya bisa pas banget. Dibantu ban yang lebar dan wheelbase yg pendek bener-bener rasa berkendara yang ueenakkk.

Konsumsi BBM
Mesin Bluecore Yamaha ini terbukti sangat ngirit, walaupun gak ngukur berapa secara pastinya. Dalam perjalanan Pacitan – Madiun cukup diisi full tank dari Pacitan, cuma bergeser ngabisin 2 strip aja dari total 6 strip penanda isi tangki BBM.

Pantai Watu Karung
Kami diberi penginapan di Prapto Guest House. Kaget bro…. penginapan ini hampir semua tamunya turis asing. Ada yg dari Argentina, Spanyol, Australia dan Amerika Serikat.

Pas kami ke pantai, makin kaget lagi. Pantai yang terpencil ini, turisnya banyak banget dan alasan mereka, karena ombak di pantai yang terbaik di dunia untuk surfing.

Baca Juga:   Waduh, Ditilang Polisi Malah Nunjukin Sim Palsu Mas Boy Anak Jalanan, Urusan Jadi Panjang

Akses jalan raya dari Kota ke Pantai memang sudah halus mulus tapi ya tetap masih sempit belum lebar. Namun ya itu tadi … rasanya kayak di Canggu, Bali. Turisnya pun ramah-ramah, saat di jalan berpapasan mereka akan menyapa selamat pagi, selamat siang, selamst sore dll.

Untuk soal makanan, masih terbatas. Hanya ada warung-warung makan di pinggir pantai yg buka dari pagi sampai sore aja. Klo malam hari, ya siap-siap aja makan mie instan diseduh air panas atau pesan di guest house juga bisa.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan