Mobil Jenazah Dengan Mobil Ambulan Pasien Itu Beda

Kejadian seorang paman yang menggendong jenazah ponakanya karena ketiadaan mobil Jenazah di puskesmas Pamulang menjadi viral dan menuai caci maki netizen.

Pihak puskesmas sendiri telah mengklarifikasi bahwa saat itu, di puskesmas yang ada adalah mobil ambulan pasien bukan mobil Jenazah dan mereka sedang berusaha mendapat mobil jenazah untuk mengantar jenazah tersebut.

Jadi gini gaes. Mobil untuk mengangkut Jenazah dan pasien itu berbeda. Ya walaupun kadang di negeri Indonesia ini mobil jenazah dan ambilan sama-sama ada tulisanya ambulan juga. Itu contoh tradisi yang salah yang harus diubah.

Mobil jenazah tidak ada peralatan kesehatan apapun di dalamnya.

Sedangkan mobil ambulan itu adalah mobil yang digunakan untuk memindahkan orang yang sakit. Otomatis di dalamnya ada berbagai peralatan untuk si pasien selama dalam perjalanan.

Sesuai kondisi dan penggunaannya, dikenal 3 tingkatan umum ambulans pasien: dasar (atau basic), transport dan lengkap (atau advances).

1. Ambulans basic

Digunakan untuk pemindahan pasien dalam keadaan relatif stabil dan aman pada jarak relatif dekat. Dukungan alat dan sarananya tentu bersifat dasar saja.

Contoh mobil ambulan basics

2. Ambulans transport

Untuk suatu tujuan pemindahan jarak sedang-jauh. Karena kondisinya, tentu dukungan sarprasnya juga lebih lengkap daripada ambulans dasar. Bahkan sesuai jarak, dan kondisi pasien, bisa saja ada perlengkapan khusus yang harus disediakan. Nih contoh gambarnya

Contoh ambulan transport

3. Ambulans lengkap.

Digunakan untuk suatu kondisi khusus yang bahkan bisa saja dilakukan tindakan gawat darurat di dalam ambulans bila kondisi pasien mengharuskan demikian. Karena itulah diperlukan dukungan sarpras lengkap dan advances (tingkat lanjut).

Contoh ambulan lengkap. Sumber: difoto

Sedangkan untuk keperluan membawa jenazah, tentu sudah tidak lagi diperlukan peralatan sebagaimana ambulans untuk pasien. Yang jelas adalah tempat untuk meletakkan jenazah secara aman dan terhormat. Kemudian ada tempat bagi keluarga bila berkenan mendampingi selama perjalanan. Itu saja. Dan karenanya sangat berbeda tentu dengan ambulans pasien.

Contoh mobil jenazah

Menggunakan ambulans pasien untuk membawa jenazah tentu kurang tepat tapi ya sebenarnya boleh aja sih, asalkan tidak menganggu kesiap siagaan si ambulan.

Contoh yang enggak boleh, mobil ambulan dipakai nganter jenazah dari Jakarta ke Bogor. Jelas itu mengganggu jika tiba-tiba ada pasien yang memerlukan ambulan.

Biasanya tiap rumah sakit itu punya ambulan dan mobil Jenazah.

Ketika di jalan, mobil ambulan berhak mendapat prioritas dan boleh menyalakan sirine dan lampu rotator agar yang lain minggir ngasih jalan.

Sedangkan mobil jenazah harusnya tanpa sirine dan rotator. Karena mobil pengangkut jenazah tidak diatur dalam Undang-undang lalu lintas. Yang diatur hanya iring-iringan pengantaran jenazah.

Bagaimana sebenarnya saat di jalan raya terkait prioritas didahulukan?

Pasal 65 PP No. 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan telah mengatur hal tersebut. Pasal 65 PP No. 43 Tahun 1993 menyebutkan :

(1) Pemakai jalan wajib mendahulukan sesuai urutan prioritas sebagai berikut:

a. kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;

b. ambulans mengangkut orang sakit;

c. kendaraan untuk memberi pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;

d. kendaraan Kepala Negara atau Pemerintah Asing yang menjadi tamu negara;

e. iring-iringan pengantaran jenazah;

f. konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat;

g. kendaraan yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus.

Revisinya pada pasal 134 UU 22/2009 tentang Lalu lintas:

Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut:

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;

b. ambulans yang mengangkut orang sakit;

c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;

d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;

e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;

f. iring-iringan pengantar jenazah; dan

g. konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pasal 135
(1) Kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi
sirene.

(2) Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan pengamanan jika mengetahui adanya Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dan Rambu Lalu Lintas tidak berlaku bagi Kendaraan yang mendapatkan hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan