Oknum Suporter PSIM Jogja Ngamuk di Kediri, Puluhan Karburator dan Shockbreker Motor Dicuri

Laga sepakbola antara tuan rumah Persik Kediri melawan PSIM Jogja berakhir kisruh. Laga itu berakhir untuk kemenangan Persik Kediri 2-0.

Di akhir pertandingan, ada oknum supporter PSIM yang melempar botol ke arah bek dan kiper PSIM karena kecewa. Namun lemparan botol itu ada yang mengenai pemain Persik dan anak gawang.

Lemparan makin banyak dan melebar, oknum supporter Persik membalas. Terjadilah adu lempar botol.

Aparat Polisi kemudian mengarahkan Supporter PSIM keluar Stadion, lha kok di luar stadion malah merusak ratusan motor milik suporter Persik. Gak hanya merusak, ada juga yang sengaja mencuri shockbreker dan karburator… edyan tenann.

Gak terima motornya dirusak dipreteli, suppoter Persik membalas.

1000 lebih suppoter PSIM dikepung di taman Tirtoyoso sampai pagi. Di dalam taman juga merusak fasilitas, mencuri konputer kasir dan uang kas kasir senilai 1 juta Rupiah.

Kapolres Kediri AKBP Anthon Haryadi menyatakan, polisi menemukan sejumlah barang elektronik saat melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan suporter.

“Didalam salah satu mobil milik suporter PSIM kita tadi mendapati komputer yang diduga diambil dari loket parkir depan taman tirtyoso. Kita juga dapati alat CCTV di dalam mobil,” ujarnya di Taman Tirtoyoso Kediri, Selasa (3/9/2019).

Tak hanya itu, beberapa mesin kendaraan pun juga ditemukan pihak kepolisian. “Kita juga menemukan karburator dan beberapa barang lain yang mereka bawa,” tutur Anthon.

Ia mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku yang sengaja melakukan tindakan pencurian tersebut. “Sampai saat ini masih kita dalami dan tentunya nanti akan kita beri sanksi tegas kepada para pelaku,” ucapnya.

Polisi hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif kepada seluruh suporter PSIM, untuk dimintai keterangan satu persatu.

“Sejak dini hari tadi sudah kita pilah antara suporter PSIM yang Mayden dan Brajamusti. Untuk sementara semua masih belum kita perbolehkan pulang, karena masih kita periksa. Nanti siapa saja yang terlibat akan kita lakukan proses hukum,” tukasnya.

Efek dari kejadian ini, pihak kepolisian kabarnya menangguhkan izin pertandingan untuk Persik Kediri di sisa Liga 2. Jika sampai tanpa penonton, sungguh berat langkah tim tersebut dalam upayanya kembali ke Liga 1.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan