Mau Ngambil Motor Yang Ditilang, Pemuda Ini Tewas Dikeroyok Di Kantor Polisi

Seorang pengendara sepeda motor bernama Zainal Abidin tewas setelah dikeroyok sejumlah anggota Kepolisian Resor Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Tetapi versi polisi, korban meninggal dunia karena sakit.

Pengeroyokan itu terjadi pada Kamis lalu, 5 September 2019. Zainal Abidin dihajar hingga tewas di dalam Polres Lombok Timur.

Zaenal Abidin, warga Desa Paok Motong Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lotim, tersebut datang ke kantor Satlantas Polres Lotim ditemani Ihsani Juni Saputra, 19 tahun.

Menurut kabar yang dilansir antaranews.com setiba di kantor polisi Zainal terlibat baku hantam dengan polisi bernama Nuzul. Zainal pun melepas pukulan maut ke wajah dan menggigit jari tangan kanan Nuzul hingga berdarah.

Foto Zainal saat dianiaya beredar di Facebook

Akibat dari perbuatannya, Zainal langsung diamankan petugas di Mapolres Lombok Timur. Sedangkan Nuzul yang menjadi korban, langsung melapor kejadian tersebut ke SPKT Polres Lombok Timur dan berobat ke UGD RSUD dr. R. Soedjono, Selong.

Baca Juga:   Honda Beat Street eSP, Skutik Berkonsep Street Style

Setelah itu Zainal digelandang ke ruang penyidik Reserse Kriminal Polres Lombok Timur. Dan Zainal dituduh sudah melakukan penyerangan terhadap polisi.

“Tapi sampai di ruang penyidik, begitu tahu kasusnya adalah memukul polisi, banyak polisi yang ikut mengeroyok dia,” ujar Heri keluarga Zainal seperti dikutip dari viva.

Akibat pengeroyokan itu Zainal jatuh dan tak sadarkan diri. Dalam kondisi kritis polisi melarikan Zainal ke rumah sakit. Namun nyawa Zainal tak tertolong. Dia tewas dengan kondisi tubuh penuh luka lebam.

“Saat mandikan jenazah itu banyak sekali luka. Lebam di mata kanan, di telinga bengkak, sampai kaki biru kayaknya ditendang,” katanya.

Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol Purnama membenarkan adanya kejadian ini. Dan dia juga memberikan keterangan yang sama dengan Heri.

Baca Juga:   Langgar Lampu Merah, Siswa Sekolah Tabrak Guru Hingga Meninggal

“Pada saat pelaku dimintai keterangan oleh anggota Satuan Reskrim Lombok Timur, tiba-tiba pelaku tidak sadarkan diri dan terjatuh dari tempat duduknya,” kata Purnama.

Pihak polisi sendiri juga menunjukkan surat pernyataan yang ditandatangani kedua orang tua Zaenal Abidin. Dalam surat itu kedua orang tua yang bernama Sahabudin dan Rahmah membuat pernyataan bahwa mereka tak akan menuntut secara hukum atas kejadian yang menimpa Zaenal.

“Kami selaku keluarga menyadari memaklumi kondisi anak kami yang sedang mengalami gangguan jiwa,” tulis mereka dalam surat bermaterai tersebut seperti dikutip dari tempo.co

Kepolisian juga telah memberikan taliasih pada orangtua korban yang kabarnya berjumlah Rp32,5 juta.

Sumber:

1. Gelora.co https://www.gelora.co/2019/09/tilang-maut-pria-di-lombok-tewas-diduga.html?m=1

2. Viva.co.id
https://m.viva.co.id/amp/berita/nasional/1178538-cuma-gara-gara-tilang-zainal-abidin-dikeroyok-polisi-sampai-tewas

3. Tempo.co
https://nasional.tempo.co/read/1245244/kata-polda-ntb-soal-pria-tewas-setelah-ke-polres-lombok-timur

4. antaranews.com
https://mataram.antaranews.com/amp/berita/77186/pelanggar-lalu-lintas-di-lombok-timur-meninggal-diduga-dianiaya-polisi

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan