Komponen Lokal Esemka Bima Hanya 60% Kalah Sama Avanza Xenia Yang 94%

Mobil Esemka yang sempat viral sebagai mobil nasional akhirnya resmi meluncur. Namun mobil yang diluncurkan ini dalam bentuk Pick Up bukan “Tesyen” seperti kali pertama dikenalkan oleh walikota Solo pada 2011.

Mobil Esemka ini diproduksi oleh PT Solo Manufaktur Kreasi yabg disingkat SMK. Dari modelnya, mobil Emseka Bima memang hanya rebranding aja dari Mobil China Changan Star Truck.

Presiden Jokowi yang meresmikanya, ngklaim klo kandungan lokalnya sampai 80%.

“Artinya local content-nya sudah baik. Meskipun saya tahu pasti belum sampai angka 80, apalagi 100%. Tapi sebagai sebuah usaha pertama dalam memulai industri otomotif dengan brand dan prinsipal Indonesia, ini kita harus acungi jempol keberanian PT Solo Manufaktur Kreasi ini,” ujar Jokowi saat peluncuran perdana Esemka, Jumat (6/9)

Baca Juga:   Order Mitsubishi Xpander Tembus 66 Ribu Unit

Namun, Menhub Budi Karya Sumadi sempat membocorkan bahwa komponen lokal mobil Esemka sudah di atas 60%.

Ngobrolin soal kandungan lokal, merek-merek mobil buatan Jepang malah kandungan lokalnya lebih tinggi dan banyak.

Astra Daihatsu Motor (ADM) misalnya mengklaim komponen Mobil Xenia-Avanza sudah sampai 94%.

“Xenia-Avanza 94 persen, Terios 89 persen, Agya-Ayla 92 persen, dan Sigra-Calya 92 persen,” kata Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra, yang menegaskan mobil-mobil garapannya telah banyak menggunakan komponen lokal seperti dikutip dari detikcom.

Bagaimana bila dibandingkan dengan komponen lokal mobil yang sudah lebih lama diproduksi di Indonesia macam Kijang Innova, catatan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), komponen lokal Kijang Innova mencapai 85%. Kandungan lokal Kijang ini memang sudah signifikan bertambah sejak peluncuran perdana pada 1977, saat itu komponen lokal masih 19%. Pada 2004 saja, komponen lokal Kijang masih 53%.

Baca Juga:   Wuling Confero Bakal Jadi Angkot Di Jakarta Mulai Tahun Depan 2018

Selain Kijang, komponen lokal mobil buatan Toyota memang masih di bawahnya, antara lain Toyota Sienta 80%, Toyota Fortuner, Toyota Vios, Toyota Yaris masing-masing 75%, dan Toyota Etios Valco hanya 60%.

Mereka boleh milik Jepang, tapi klo kandungan lokal Indonesia-nya 94% kan berarti “rasa” Indonesia nya lebih terasa to?

roda2blog di sosial media

3 Komentar

  1. Tapi kan merk-nya masih merk Jepang Kalau Esemka merk Indonesia memang masih 62% tapi diharapkan nanti kandungan lokal bisa bertambah sampai 80 % lebih seperti merk Jepang yang sudah beredar di Indonesia Syukur bisa sampai 100 % nanti ke depannya

  2. Wuling.. Defsek sokon.. Geely.. Cherry.. jualan pake merk sendiri tanpa embel2 diterima rakyat Indonesia tanpa huru hara…

    Biarlah pasar yang menentukan kelanjutan hidupnya.. 😆 sabodo teuing

  3. Memalukan dikit dikit cina,apa yg mau di banggakan dengan esemka kalo cuman nempelin merk doang.saya kira mayoritas rakyat sudah muak dan antipati sama sesuatu yg china,bakalan tenggelam itu mobil.

Tinggalkan Balasan