Terminal Bus Giwangan Jogja, Contoh Bangunan Salah Desain dari Terminal Jadi Gedung Hantu

Terminal Bus Giwangan Jogja adalah salah satu terminal Bus dengan tipe A terbesar di Indonesia. Nasib terminal ini sekarang cukup mengenaskan.

Terminal ini dibangun pada tahun 2004 menggantikan terminal Umbulharjo.Namun terminal ini makin hari makin sepi. Bahkan pada beberapa bagian bangunan udah seperti bangunan angker tak berpenguni, terutama di area kedatangan.

Serem.

Apa yang salah dari terminal Giwangan ini? Salah besar jika ada anggapan sepinya terminal ini adalah karena pengguna transportasi umun makin menurun. Dari tahun tahun pengguna transportasi umum makin meningkat, dari kereta api, bis sampai ojek online.

Banyak terminal-terminal lain seperti Solo yang tetap ramai.

Kesalahan utama dari terminal giwangan ini adalah salah desain.

Baca Juga:   Dabbawala, Layanan Mirip GoFood di India Yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu

Desain di terminal Jogja ini, lalu lintas penumpang di arahkan berada di lantai 2 bukan di lantai dasar. Ini yang menyebabkan orang malas untuk ke lantai atas.

Ya coba bayangin aja gaes.

Bawa barang bawaan banyak terus harus naik turun tangga, ya siapa yang mau? naik turun tangganya aja udah capek.

Walhasil sekarang penumpang pilih jalan di bawah untuk berganti bus daripada naik turun tangga.Efeknya, banyak los dan kios dan bangunan atas Terminal giwangan jadi kosong, mangkrak, gelap dan kumuh. Jadi kayak bangunan hantu gan. Ngerii.

Saat ini usia terminal ini sudah 15 tahun sejak diresmikan tahun 2004, sudah saatnya direnovasi. Kalau bisa dibikin konsep sebagai terminal penumpang pertama di Indonesia yang ramah dengan transportasi online, dijamin bakal rameee dehh.

Baca Juga:   Bus Robur, Bis Roti Pengganti Trem Masa Presiden Soekarno.

roda2blog di sosial media

1 Komentar

Tinggalkan Balasan