KTP Dipinjam Bos, Buruh Bangunan Kaget Ditagih Pajak Mobil Mewah 200Juta

Berikut ini contoh pengemplang pajak, mengatasnamakan mobil ke orang lain biar enggak masuk dalam laporan SPT pajak tahunan, tujuanya agar setoran pajak NPWP bulanan bisa diperkecil.

Pengatasnamaan mobil/kendaraan ke orang lain juga agar bisa lolos dari pemeriksaan pajak.

Yang kayak begini biasa banyak dilakuin pengusaha. Jumlah asset dan omset diperkecil dalam Surat Pemberitahuan Tahunan agar setoran pajak bulananya lebih kecil dari yang seharusnya.

Makanya kemarin ada amnesty pajak, yang tujuanya: Agar mereka yang selama ini menyembunyikan asset/harta ke atas nama orang lain mau mengakuinya. Lalu dikumpulkan terus bayar tarif denda hanya 0,5%-1% dari total aset/harta yang selama ini disembunyikan.

Nasib naas kali ini dialami oleh
Dimas Agung Prayitno (21), kuli bangunan ini kaget saat ditagih pajak mobil mewah Rolls Royce Phantom senilai Rp210 juta oleh tim gabungan dari Samsat Jakarta Barat dan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta.

Baca Juga:   Toyota Setsuna, Mobil Berbahan Kayu Yang Eksotis
Dimas Agung Prayitno (kiri), kuli bangunan yang identitasnya disalahgunakan pemilik mobil mewah.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf

Dan parahnya lagi, ada lebih dari satu mobil yang diatasnamakn Dimas. Karena si Rolls Royce ini kena pajak progressif.

Dalam data samsat, nama Dimas digunakan sebagai pemilik mobil Rolls Royce Phantom nopol B 5 ARI.

Seingat Dimas, pada tahun 2017 ada temanya yang memang minjem KTP.

“Dulu teman saya memang pernah pinjam KTP, tapi saya enggak tanya buat apa, namanya sama teman ya percaya saja,” ujarnya.

Dimas menduga bekas teman kerjanya itu bersekongkol dengan bosnya untuk menjadikan identitasnya sebagai pemilik kendaraan mewah. Kala itu Dimas pernah bekerja sebagai petugas kebersihan di sana.”Saya juga bingung karena kantor itu sudah tak berada di sana,” tuturnya.

Kasihan bener.

Buat teman-teman yang jadi wiraswasta, hati-hati aja nih soal pajak. Sekarang ini bayar pajak penghasilan bulanan NPWP emang suka-suka, sak karepmu mau bayar piro. Mau di-nol-kan juga boleh. Awas kena pemeriksaan saat beli aset, rumah/kendaraan, denda-nya bisa bikin puyeng.

Baca Juga:   Dibeli Geely China, Proton Akan Ganti Nama Jadi Bao Teng

Misal nih, ada orang punya NPWP tapi tiap bulan tidak setor pajak atau setoran pajaknya nihil, karena mengaku pendapatanya dibawah batas PTKP (Pendapatan Tidek Kena Pajak) yaitu 50juta setahun. lha kok ujug-ujug dia beli mobil/rumah seharga 100juta. Nah disitulah akan ada pemeriksaan pajak, darimana duitnya? wong selama ini dia lapor kalau pendapatanya PTKP, wah berarti bohong dong selama ini?

klo sampai ketahuan selama ini laporan pajaknya ketahuan bohong siap-siap aja kena denda atau mbuh apa namanya.

Ingat ada dua yang enggak bisa dihindari di dunia ini, Mati dan Pajak.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan