Pasar Mobil Bekas, Potensi Pendapatan Daerah Yang Menggiurkan

Bupati Magetan punya rencana untuk mengubah Pasar Produk Unggulan (PPU) di Maospati diganti menjadi Taman Ruang Terbuka Hijau, sebuah ide yang menurut kami kurang tepat.

Fakta emang benar jika sekarang ini, kawasan PPU telah berubah fungsi, dari rencana awal untuk memasarkan produk lokal Magetan menjadi warung kopi, cafe dan tempat nongkrong, terutama tempat nongkrong dan transaksi para makelar mobil.

PPU dari pagi sampai malam telah berubah menjadi pasar mobil bekas rujukan di Karesidenan Madiun. Kalau mau beli mobil bekas, jujuganya adalah PPU. Kalau mau menjual mobil bekas jujuganya juga PPU.

Daripada merubahnya menjadi taman , akan kebih bagus jika mengakomodir apa yang saat ini berkembang di PPU yaitu menjadi pasar mobil bekas. Sesuatu yang tidak ada di daerah lain tapi sangat dibutuhkan.

foto google kawasan PPU Magetan

Di kawasan karesidenan Madiun (Ngawi-Magetan-Madiun-Ponorogo-Pacitan) bursa mobil bekas di hari minggu hanya ada di Kosala Tirta, Pangkalan Idara TNI AU. Penjual dan pembeli sama banyaknya. Tapi ya itu, hanya buka di hari minggu.

Baca Juga:   Velg Peyang Kena Lubang, Pemilik Mobil Dapat Uang Ganti 165 Juta

Di beberapa kota besar bursa mobil yang hanya buka di hari Minggu ditangkap jadi peluang oleh perusahaan online Carmudi, untuk membuka parkiran bursa mobil setiap hari.

Yang namanya Carsentro/ Carmudi Sentra Otomotif. Di Jogja, Solo, Semarang dan Surabaya sudah ada dan jadi jujukan tempat jual beli mobil bekas tiap hari. Efeknya, bursa mobil di hari minggu jadi sepi.

Setiap hari ada banyak mobil bekas terparkirnya disana ada barang dagangan makelar maupun pemilik langsung yang pengen jual mobilnya. Pembeli yang mau milih mobil bekas jadi punya tempat tujuan tanpa menunggu hari Minggu.

Nah kenapa yang kayak gitu enggak diakomodir oleh Pemkab Magetan. Merubah PPU jadi pasar mobil bekas. Selain menjadi bisa menambah pendapatan daerah juga bisa jadi ikon di kawasan. “Oo disana lho kalau pengen jual beli mobil bekas.”

Baca Juga:   GIIAS 2017 : Bayi Pajero Sport Jadi Tamu Spesial Mitsubishi

Itu lebih menarik, daripada menjadi RTH atau taman tempat nongkrong. Toh selama ini yang nongkrong di sana kebanyakan adalah penjual, pembeli dan makelar mobil bekas. Bukan musafir perjalanan antar kota.

Sejatinya, di setiap daerah itu ada Pasar Bursa Mobil bekas yang buka tiap hari, tapi lokasinya di warung kopi atau istilahnya tempat nongkrong para makelar. Kalau di Ponorogo di warkop samping lapangan Kodim, kalau di Magetan ya di PPU ini.

Yang kayak gitu yang seharusnya di fasilitasi pemerintah, istilah kerenya Co Working Space.

roda2blog di sosial media

1 Komentar

Tinggalkan Balasan