Hyundai Akan Bangun Pabrik Mobil di Indonesia, Pusat Produksi Untuk Kawasan ASEAN

Menaklukan pasar otomotif mobil di Indonesia itu, syaratnya cuma dua harus bangun pabrik di Indonesia dan yang kedua bikin produk yang masuk akal.

Jika dua unsur itu terpenuhi, merek mobil asal China, Wuling, aja sukses survive di Indonesia. Punya pabrik di Indonesia dengan varian produk yang berani diadu sama pabrikan yang udah lama eksis.

Beda kasus sama Datsun, walau punya pabrik di Indonesia. Tapi mobil Datsun Go enggak masuk diakal soal kualitasnya bagi orang Indonesia. Apalagi setelah facelift jadi Datsun Cross, udah harganya naik masih aja feelingnya kayak kaleng talang seng.

Nah sekarang yang masuk ke Indonesia adalah Hyundai Motor Company (HMC), produsen asal Korea Selatan (korsel). Brand asal Mobil Korsel harusnya lebih mampu menarik minat pembeli, karena tiga sebab:
1. Banyak Eks TKI Korea Selatan di Indonesia
2. Kualitas produk korsel sudah dikondangkan oleh Samsung dan LG.
3. Banyak pecinta K-POP di Indonesia.

Jadi soal kualitas, enggak ada persepsi miring seperti pada produk asal China.

Nah, kepastian Hyundai buka pabrik di Indonesia dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan HMC dengan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) di pabrik Hyundai Motor yang berada di Ulsan, Korea Selatan, Selasa (26/11/2019).

Baca Juga:   FleetSight Telkomsel Alat Wajib Punya Untuk Pengusaha Rental Mobil, Bisa Pantau Posisi Mobil

Pembangunan pbrik Hyundai di Tanah Air akan berada di atas lahan seluas 77,6 hektar yang berada di Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat. Pabrik ini pun diklaim akan menjadi pusat manufaktur pertama Hyundai yang berbasis di kawasan ASEAN.

Nilai investasi yang dikucurkan oleh pabrik asal Korea Selatan ini sebesar 1,55 miliar dollar AS, termasuk untuk biaya operasional dan pengembangan produk.

“Pembangunan pabrik manufaktur Hyundai Motor di Indonesia dapat terlaksana berkat kerja sama dan dukungan dari pemerintah Indonesia,” kata Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung, dalam siaran pers resmi Selasa (26/11/2019).

Proses pembangunannya sendiri akan dimulai pada Desember 2019, dan diharapkan bisa memulai produksi komersial pada paruh kedua 2021 dengan kapasitas sekitar 150.000 unit. Sementara untuk kapasitas penuhnya dapat memproduksi hingga 250.000 unit per tahun.

Nantinya, pabrik Hyundai di Cikarang akan digunakan untuk memproduksi beberapa jenis mobil.

Mulai dari SUV kompak, MPV kompak, dan beberapa model sedan yang dirancang khusus untuk pasar di Asia Tenggara, serta menggabungkan beberapa fasilitas seperti pengelasan, stamping, perakitan, dan pengecatan.

Baca Juga:   Honda Sonic Merajai Arena MotoPrix, Kok Sepi Beritanya?

Hyundai juga sedang melakukan penjajakan untuk memproduksi kendaraan listrik di pabrik tersebut. Perusahaan ini berkomitmen untuk membantu mengembangkan ekosistem kendaraan listrik Indonesia, berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat melalui teknologi mobilitas yang bersih.

Bahkan bersama dengan Kia Motors Corporation yang meruapkan afiliasinya, Hyundai bertujuan menjadi produsen EV ketiga terbesar di dunia pada 2025 mendatang.

“Hyundai secara aktif akan terus mendengarkan dan menanggapi setiap harapan dan kebijakan pemerintah Indonesia berkaitan dengan kendaraan ramah lingkunan serta akan terus berupaya berkontribusi terhadap komunitas ASEAN,” ucap Euisun Chung.

Hyundai juga berencana untuk melakukan ekspor sebesar 59.000 unit kendaraan secara completely knocked down (CKD) per tahun. Sehingga selain untuk pasar lokal, hasil produksi dari pabrik barunya tersebut akan ditujukan untuk pasar utama seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina, bahkan dipertimbangan sampai ke Australia dan Timur Tengah.

roda2blog di sosial media

1 Komentar

  1. Manthaf….sayang rencana volkswagen untuk buka pabrik mobil di indonesia menguap begitu saja..padahal kalo ada pabrik mobil eropa di marih..kepercayaan konsumen terhadap mobil eropa meningkat karena harga bisa bersaing

Tinggalkan Balasan