Cegah Ngantuk Saat Berkendara, Pahami Kebutuhan Biologis Tubuh

Ilustrasi tidur saat nyopir. foto: gerbercollision.com

Banyak kecelakaan yang berujung kematian di jalan raya yang disebabkan ngantuk, baik kendaraan roda empat ataupun roda dua, kasus seperti ini karena biasanya pengendara memaksakan kondisi tubuhnya tanpa memikirkan kebutuhan biologis tubuh.

Dalam mengendarai kendaraan pribadi, baik nyopir maupun mengendarai motor, ada satu kebutuhan yang sering diabaikan yaitu KBT (Kebutuhan Biologi Tubuh). KBT ini mahal sekali harganya, sekali terlewatkan taruhanya nyawa atau menurunya kesehatan badan keeseokan harinya.

Beda kalau naik kendaraan umum, tinggal selonjoran tidur beres enggak keluar energi untuk mengalikan kendaraan.

Setiap pengendara sangat penting memperhatikan waktu biologis tubuh, terutama para pengendara yang gemar melakukan perjalanan malam hari ketika ingin lintas kota. Pada jam-jam rawan tertentu tubuh akan menagih untuk beristirahat, kondisi ini berbeda dengan micro sleep.

Baca Juga:   Nih Identitas Pemalak Sopir Truk Yang Nangis Saat Ditangkap Polisi
Ilustrasi tidur saat nyopir.
foto: gerbercollision.com

Contoh antara jam 03.00 WIB-06.00 WIB, itu merupakan jam yang sangat rawan, karena tubuh akan menagih untuk tidur/istirahat. Selain dorongan dari dalam tubuh, juga adanya desakan dari alam, perpindahan dari malam ke pagi hari.

Bila diperhatikan banyak sekali insiden kecelakaan di dunia terjadi di waktu tubuh merasa lelah. Baik itu kecelakaan lalu lintas, kereta api, dan lain sebaginya. Apalagi kalau di hari minggu di pagi, dicampur orang yang pulang dugem sambil mabuk, wah ngeri banget.

Sekuat-kuatnya orang begadang sampai pagi, biasanya juga kalau denger adzan Subuh, mata langsung mengantuk, menagih untuk tidur. Jika pada jam itu tidak tidur, maka tubuh akan menagih pada jam lainya dengan durasi yang lebih panjang.

Baca Juga:   Tidak Lapor Jual Kendaraan Yang Dijual, BPJS Bisa Ditolak Rumah Sakit

Hutang tidur lebih susah dibayar daripada hutang duit.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan