Penjualan Otomotif di ASEAN Lesu, Ekonomi Jepang Terancam

Sebagai negara imperialis otomotif, Jepang sedang menderita karena penjualan mobil dan motor sedang turun di kawasan ASEAN.

Di Indonesia, penjualan kendaraan baru turun sekitar 12 persen dari tahun sebelumnya, selama periode Januari sampai Oktober. Pasar ekspor turun sebesar 10 persen hingga 20 persen selama 10 bulan pertama tahun ini.

Sementara di Malaysia dan Filipina, penjualan mobil baru tetap stagnan untuk periode Januari-Oktober. Di antara enam negara utama di Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Singapura, penjualan mobil telah menyusut 3 pesen selama rentang yang sama, membuat kawasan ini berada di jalurnya untuk mencatat penurunan penjualan dalam empat tahun.

Di Indonesia merek Datsun sudah menyerah, wassalam.

Baca Juga:   Dikabarkan Cabut, Lha kok Chevrolet Tambah 1 Dealer

Selain ekonomi yang melemah, tingginya harga BBM juga disebut sebagai penyebab. Makanya brand otomotif asal Jepang berusaha untuk menghadirkan kendaraan listrik.

Makanya yang dibidik adalah mobil yang biaya operasional hemat di kantong seperti dalam gelaran Thailand International Motor Expo 2019.

Toyota menawarkan Yaris baru yang efisiensi BBM lebih hemat 15 persen. Honda juga meluncurkan City yang lebih irit demikian juga Nissan all new Almera.

Di Thailand sendiri juga terjadi pergeseran minat di pasar motor. Penjualan motor bebek mulai naik lagi karena motor matik dianggap boros BBM dan biaya perawatan yang lebih mahal.

roda2blog di sosial media

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan